Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Usai Nakes, Vaksinasi Selanjutnya di Kotim Sasar Pasar

0 155
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Program vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (Nakes) di Kotawaringin Timur (Kotim) tengah berjalan sejak 27 Januari 2021 lalu. Setelah nakes, vaksinasi akan menyasar  pasar tradisional.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim mengaku akan segera menyelesaikan vaksinasi tahap pertama. Yaitu pada unsur kepala daerah dan nakes sebanyak dua kali.

“Proses vaksinasi tahap pertama ini harus segera kita selesaikan. Karena selanjutnya sasaran vaksinasi kita adalah pelayanan publik. Proses pendaftaran vaksin untuk pelayanan publik sudah dikoordinasikan bersama TNI dan Polri serta ditambah dengan pelayanan publik swasta. Mungkin pasar juga termasuk target sasaran vaksinasi, karena di sana ada pelayanan publik kepada para pembeli, kemudian ada organisasi-organisasi pelayanan publik seperti organda dan lainnya,” kata juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim, Multazam, Selasa 9 Februari 2021

Dirinya menyebutkan, namun pihaknya diminta pada proses vaksinasi diberi batas waktu yang sangat sempit. Yaitu hanya  7 hari, Multazam menyebutkan akan melakukan proses pendaftaran. Sehingga pihaknya akan bisa mendapatkan hasil target yang akan divaksinasi.

“Kita berharap pelayanan publik itu juga bisa mendapatkan vaksinasi. Nanti ketika data sudah masuk dan telah terintegrasi dengan sistem. Para sasaran itu bisa melakukan cek nya dengan menggunakan aplikasi pedulilindungi.id. Hanya tinggal memasukan NIK, jadi basis data vaksin adalah berbasis pada NIK. Kita berharap bisa tertib dan target bisa kita dapatkan sesegera mungkin,” kata Multazam

Pada target vaksinasi pelayanan publik nantinya akan divaksin dengan vaksin yang akan datang. Bukan dari stok pertama. Ia mengatakan sejak tanggal 10 Februari nantinya adalah vaksinasi kedua pimpinan daerah.

“Tetapi karena pimpinan daerah mempunyai aktifitas masing-masing. Jadi ada yang melaksanakan di puskesmas, dan di rumah. Hal itu dilakukan untuk efesiensi waktu. Saat ini jumlah vaksin tahap pertama yang datang sebanyak 6000 vial cukup untuk dua kali,” imbuhnya. 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.