Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

TNI Ingatkan Pentingnya Bela Negara

0 110
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM – Perwira Penghubung (Pabung) Gumas Kodim 1016/Plk Kapten INF Muhammad Ayyup menjadi narasumber dalam Sosialisasi Forum Bela Negara (FBN) bertempat di Aula Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Rabu (23/09/2020).

Pabung menegaskan dalam sossialisasi FBN, kesadaran bela negara merupakan sesuatu yang esensial dan harus dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia (WNI), sebagai wujud penunaian hak dan kewajibannya dalam upaya bela negara.

“Kesadaran bela negara menjadi modal dasar sekaligus kekuatan bangsa, dalam rangka menjaga keutuhan, kedaulatan serta kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia”, tegas Pabung.

Dihadapan sekitar 45 orang peserta sosialisasi, Pabung memaparkan tentang Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara yakni Pancasila sebagai falsafah bangsa yang digali dari khasanah budaya bangsa sekaligus sebagai dasar negara, Ideologi nasional dan sumber segala sumber hukum; UUD 1945 sebagi jiwa kehidupan Bangsa Indonesia dan landasan konstitusional.

Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai NKRI dan Bhinneka Tunggal Iga dapat membangun sebuah dasar ajaran hidup manusia bernegara yang damai dan berwibawa.

“NKRI sebagai Tanah Air, Ruang Hidup, Sumber Kehidupan, yang mampu menyatukan keterpisahan geografi dengan nilai-nilai NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai hakekat dari komitmen hidup manusia dan ajaran moral bermasyarakat secara harmonis.”

Ditegaskan Pabung terkait peran warga negara, pertama sebagai garda bangsa yakni merupakan kekuatan bangsa, benteng bangsa dan kekuatan nasional; kedua sebagai generasi penerus bangsa berperan menentukan masa depan bangsa dan negara, serta sebagai dinamisator dan stabilisator; ketiga sebagai kader pemimpin bangsa, berperan sebagai agent of change (agen perubahan), pemikir bangsa, pengawal bangsa dan negara.

Disinggung pula oleh Pabung, Negara Indonesia sudah mengenal Wajib Militer dalam konstitusinya, akan tetapi hingga saat ini belum dilaksanakan dan sebatas pengetahuan saja melalui pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan, padahal lebih dari sekitar 40 negara di dunia yang sudah menerapkan Wajib Militer.

Adapun dalam kegiatannya di akhir sesi berpesan segenap kewajiban menjaga kedaulatan, keutuhan dan persatuan tidak lain untuk terwujudnya Kemandirian Bangsa dan Negara kita.

“Dengan segenap komponen bangsa wajib membela kedaulatan dan keutuhan NKRI, demi kokoh dan terjaganya persatuan bangsa serta terwujudnya kemandirian Bangsa dan Negara Indonesia.” tutupnya.
(Redha)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.