Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Terpilih Pimpin Kadin Palangka Raya, Farchan Slamet Siap Kawal Food Estate

0 67
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dewan Pengurus Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Palangka Raya menggelar musyawarah di Sekretariat Kantor Kadin Provinsi Kalimantan Tangah. Sabtu, 21 November 2020. Pada musyawarah tersebut terpilih Farchan Slamet sebagai ketua masa bakti 2020-2025.

Kamar Dagang dan Industri, atau disingkat (KADIN) ini adalah organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian. Organisasi ini didirikan pada 24 September 1968 dan diatur dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri

Kamar Dagang Industri (KADIN) merupakan wadah bagi para pengusaha, suatu organisasi yang bertujuan membina dan mengembangkan kegiatan, kepentingan usaha di bidang koperasi dan usaha swasta sebagai pelaku ekonomi nasional.

“Untuk ke depanya Kadin ini Kalau ditanya mau dibawa kemana ya gak ke mana-mana ya kita tetap di sini kan begitu artinya program kita yang pastinya isu atau program yang sekarang lagi ramai-ramai dibicarakan adalah tentang food estate pembangunan ekonomi, pembangunan ekonomi masyarakat ya jadi salah satunya pastinya kita dengan bekerja sama dengan UKM,” katanya.

Menurutnya Kadin adalah wahana atau tempat untuk memfasilitasi pengusaha. Bagaimana pengusaha itu aman, kemudian mendukung program-program pemerintah.

“Kita akan selalu mendukung untuk pembangunan dan sekarang memang lagi gencar-gencarnya dibicarakan food Estate atau pembangunan ekonomi masyarakat,” ungkap Farchan.

Dirinya pun menambahkan, Kadin akan membuat karya nyata. Salah satunya adalah dengan pembukaan lahan sebagai percontohan. Di mana pembukaan lahan 2005 hektar yang akan dijadikan pusat pertanian dan pusat perikanan termasuk di situ pariwisata dan pendidikan.

“Kadin kemarin akan dilibatkan dalam program pendampingan. Jadi pendampingan petani ada pendampingan 2 problem tadi. Satu pendampingan masalah hasil panen, hasil produksi, dan hasil industri yang. Kedua adalah pendampingan masalah harga,” jelasnya.

Ia berjanji membantu menyelesaikan problem petani. Salah satunya membantu memasarkan hasil panen.

“Jadi kalau sudah panen ini mau dibawa ke mana mau dijadikan apa dan sebagainya. Itu pastinya Kadin harus ikut andil di situ. Kendala sebagai petani biasanya produksinya bagus tapi penjualannya gak bisa,” jelas dia.

UKM juga begitu. Pengrajin yang bisanya menganyam rotan bisa membuat tikar dan topik nanti pemasarannya ke mana.

“Nah Itulah salah satu tugas Kadin ke depan agar bisa menjembatani produk itu bisa laku terjual,” tutupnya. (AMALUL)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.