Tag: kotim

  • Dua Wakil Rakyat ini Kompak Kawal Aspirasi Warga Pesisir Kotim

    Dua Wakil Rakyat ini Kompak Kawal Aspirasi Warga Pesisir Kotim

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, bersama Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Mashamy, menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

    Reses perseorangan Abdul Hafid yang merupakan anggota Komisi IV Fraksi PAN tersebut digelar di kediaman H. Ahmad Wahyu, Jalan Pandawa Lima, Samuda.

    Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi datang dari warga Basirih Hulu, Jaya Kelapa, Makarti Jaya, Samuda Besar hingga Basirih Hilir.

    Sejumlah kebutuhan yang disampaikan antara lain pelayanan air bersih dan jaringan PDAM, penanganan kebakaran hutan dan lahan, kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta normalisasi sungai.

    Warga juga menyampaikan kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi, seperti ketersediaan pupuk, BBM untuk nelayan, siring pelabuhan dan peningkatan Jalan Pandawa Lima.

    Abdul Hafid mengatakan, aspirasi masyarakat perlu dikawal bersama karena kewenangan pemerintah kabupaten dan provinsi berbeda.

    “Yang terpenting aspirasi masyarakat jangan hanya dicatat. Harus dipetakan kewenangannya, mana yang dapat diperjuangkan melalui kabupaten dan mana yang menjadi kewenangan provinsi. Dengan sinergi seperti ini, pengawalannya bisa lebih terarah,” kata mantan Ketua PWI Kotim tersebut.

    whatsapp image 2026 08 30 at 11.49.06
    Anggota DPRD Kalteng Abdul Hafid bersama Anggota DPRD Kotim Eddy Mashamy saat menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses di Samuda, Kotim. (Ist)

    Menurutnya, usulan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Kotim akan diperjuangkan melalui APBD kabupaten. Sedangkan kebutuhan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalteng akan dikawal melalui DPRD Kalteng.

    Abdul Hafid juga menyoroti kebutuhan infrastruktur di wilayah selatan Kotim. Jalan Sampit-Samuda dan Samuda-Ujung Pandaran menjadi salah satu ruas yang dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat.

    Selain jalan, kebutuhan listrik menuju Pulau Hanaut juga menjadi perhatian. Menurut Abdul Hafid, pembangunan wilayah pesisir harus didukung infrastruktur dasar yang memadai.

    “Jalan, listrik, air bersih, konektivitas antardesa dan fasilitas untuk nelayan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

    Sementara itu, Eddy Mashamy menilai kehadiran wakil rakyat dari tingkat kabupaten dan provinsi dalam satu forum dapat mempermudah pengawalan aspirasi masyarakat.

    Aspirasi yang menjadi kewenangan kabupaten dapat ditindaklanjuti melalui DPRD Kotim. Sementara usulan yang membutuhkan dukungan provinsi dapat diteruskan kepada Abdul Hafid untuk dikawal di DPRD Kalteng.

    Abdul Hafid menegaskan, reses tidak boleh hanya menjadi kegiatan untuk mencatat usulan masyarakat. Aspirasi yang masuk harus dipilah, ditentukan prioritasnya dan diperjuangkan agar masuk dalam program pembangunan.

    “Tujuan akhirnya sederhana, program harus sampai kepada masyarakat dan memberikan manfaat. Semangat kami tetap sama, PAN bergerak dan bantu rakyat,” pungkasnya.

    Editor: Andrian

  • Jalan Sampit-Samuda Dikupas, Abdul Hafid Desak Pengaspalan Dipercepat

    Jalan Sampit-Samuda Dikupas, Abdul Hafid Desak Pengaspalan Dipercepat

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid, meninjau pekerjaan peningkatan Jalan Sampit-Samuda saat melaksanakan reses di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

    Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung progres pekerjaan sekaligus memastikan proyek peningkatan jalan tersebut berjalan sesuai rencana. Ruas Sampit-Samuda merupakan jalur penting yang digunakan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari maupun distribusi barang dan hasil perkebunan.

    Di lokasi, sejumlah bagian badan jalan terlihat telah dikupas sebagai tahapan awal sebelum dilakukan pengaspalan. Namun, pada bagian yang telah dikupas tersebut, pengaspalan belum langsung dilakukan.

    Kondisi itu menjadi perhatian Abdul Hafid. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng memastikan tahapan pekerjaan berjalan efektif dan tidak membiarkan badan jalan yang telah dikupas terlalu lama.

    “Kita mengapresiasi karena pekerjaan sudah berjalan. Namun setelah badan jalan dikupas, kita berharap pengaspalannya segera dilanjutkan. Dinas PUPR Kalteng perlu mendorong pihak pelaksana agar tahapan pekerjaan berjalan efektif, tepat waktu dan tetap mengutamakan kualitas,” ujar Abdul Hafid.

    Menurut mantan Ketua Karang Taruna Kalteng itu, percepatan pekerjaan penting karena Jalan Sampit-Samuda masih menjadi jalur aktif. Ruas tersebut dilalui kendaraan masyarakat hingga kendaraan pengangkut barang dan hasil perkebunan, termasuk angkutan crude palm oil (CPO).

    Abdul Hafid mengatakan aspek keselamatan pengguna jalan harus diperhatikan selama pekerjaan berlangsung. Permukaan jalan yang telah dikupas dinilai dapat mengganggu kenyamanan sekaligus meningkatkan risiko bagi pengendara apabila tidak ditangani dengan cepat.

    “Jalan ini tetap dilalui masyarakat setiap hari. Apalagi ada kendaraan angkutan barang dan kendaraan berat. Kita minta masyarakat mengurangi kecepatan dan berhati-hati, terutama ketika melewati bagian jalan yang sudah dikupas,” katanya.

    Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan Peningkatan Jalan Sampit-Samuda merupakan proyek Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas PUPR Kalteng. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp9,72 miliar dengan sumber dana Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Tengah.

    Pekerjaan dilaksanakan CV Jasa Lintas Utama dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender, mulai 20 Juli hingga 16 Desember 2026. Sedangkan konsultan ruas tercantum CV Enggang Pratama Consulindo.

    Nilai kontrak tersebut berada di bawah pagu anggaran sekitar Rp10 miliar yang sebelumnya dialokasikan untuk penanganan ruas Sampit-Samuda.

    Abdul Hafid menilai dimulainya pekerjaan menjadi perkembangan positif. Namun, ia menegaskan pelaksanaan proyek tidak boleh hanya mengejar penyelesaian fisik.

    Politisi PAN yang juga Ketua DPD PAN Kotim itu meminta kualitas pekerjaan, ketepatan waktu serta keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian selama proyek berlangsung.

    “Anggaran ini adalah uang rakyat. Karena itu, pengawasan tidak cukup hanya memastikan proyek berjalan dan selesai. Kita juga harus memastikan kualitas pekerjaannya baik sehingga jalan dapat digunakan dalam jangka panjang dan manfaat anggaran benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

    Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang terus melakukan penanganan terhadap jalan yang menjadi kewenangan provinsi.

    Menurut Abdul Hafid, kondisi jalan berkaitan langsung dengan kelancaran konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan Sampit-Samuda menjadi salah satu akses penting menuju wilayah selatan Kotim.

    Selain digunakan masyarakat, ruas tersebut juga menjadi jalur pergerakan barang dan hasil perkebunan. Karena itu, peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memperlancar distribusi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

    Peninjauan tersebut, lanjut dia, menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi IV DPRD Kalteng terhadap pembangunan infrastruktur.

    “Kita tentu ingin pekerjaan selesai sesuai waktu kontrak, tetapi kualitas tidak boleh dikorbankan. Target akhirnya adalah Jalan Sampit-Samuda semakin mantap, aman dilalui dan mampu mendukung mobilitas serta perekonomian masyarakat. Pembangunan harus selesai dengan baik dan manfaatnya bertahan lama,” pungkasnya. (**)

    Editor: Andrian

  • Jalan Rusak hingga Ancaman Karhutla, Ini Tujuh Aspirasi Warga Telaga Baru ke Abdul Hafid

    Jalan Rusak hingga Ancaman Karhutla, Ini Tujuh Aspirasi Warga Telaga Baru ke Abdul Hafid

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Persoalan infrastruktur, air bersih hingga kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi aspirasi utama warga Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentaya Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

    Aspirasi itu disampaikan saat reses Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Hafid di Desa Telaga Baru, Senin (24/8/2026).

    Sedikitnya ada tujuh usulan yang disampaikan masyarakat. Di antaranya bantuan bibit ikan, peningkatan Jalan Batanggang, perbaikan jembatan di Jalan Swadaya, serta pengadaan perlengkapan pemadam kebakaran seperti selang, alkon, sepatu dan alat keselamatan.

    Warga juga mengusulkan pembangunan sejumlah sumur bor untuk mengantisipasi karhutla, perluasan jaringan pipa PDAM ke wilayah yang belum terlayani, serta penyediaan sarana air bersih.

    Abdul Hafid mengatakan seluruh aspirasi tersebut akan dihimpun dan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.

    “Setiap aspirasi harus kita lihat kewenangannya. Yang penting, aspirasi masyarakat tidak berhenti menjadi catatan reses, tetapi kita kawal agar bisa masuk dalam perencanaan pembangunan,” kata Abdul Hafid.

    Soal penangangan karhutla dan air bersih, menurut Abdul Hafid, kebutuhan peralatan pemadam dan sumur bor menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kesiapsiagaan desa menghadapi karhutla.

    Ketua PAN Kotim tersebut menilai penanganan kebakaran akan lebih efektif jika masyarakat memiliki peralatan dasar serta sumber air yang memadai.

    “Jangan menunggu kebakaran membesar baru kita bergerak. Desa yang rawan harus diperkuat dari sisi pencegahan, peralatan dan sumber air,” ujarnya.

    Selain karhutla, persoalan air bersih juga menjadi kebutuhan mendesak. Warga berharap jaringan PDAM dapat diperluas hingga seluruh wilayah desa.

    Abdul Hafid mengatakan akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan.

    “Air bersih menyangkut kebutuhan sehari-hari dan kualitas hidup masyarakat. Wilayah yang belum terjangkau jaringan harus dipetakan dan diupayakan secara bertahap,” kata mantan Ketua Karang Taruna Kalteng tersebut.

    Warga juga meminta peningkatan Jalan Batanggang dan jembatan di Jalan Swadaya. Menurut Abdul Hafid, kondisi infrastruktur tersebut berkaitan dengan mobilitas sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

    Sementara bantuan bibit ikan diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi produktif warga. Namun, program tersebut perlu disertai pembinaan dan kelompok penerima yang jelas agar berkelanjutan.

    Reses tersebut dihadiri Kepala Desa Telaga Baru Nur Firmansyah, Ketua dan anggota BPD, LPMD, para ketua RT serta masyarakat. Abdul Hafid turut didampingi Anggota DPRD Kotim dari Dapil I MB Ketapang, M Kurniawan Anwar.

    Abdul Hafid menegaskan reses bukan sekadar forum mencatat aspirasi, tetapi menjadi bagian dari proses memperjuangkan kebutuhan masyarakat dalam perencanaan dan penganggaran.

    “Keberhasilan reses bukan diukur dari banyaknya usulan yang kita catat. Ukurannya adalah seberapa jauh aspirasi itu bisa diperjuangkan, dikawal dan diwujudkan menjadi program yang dirasakan masyarakat,” tegas Anggota DPRD Kalteng Dapil 2 (Kotim-Seruyan) tersebut.

    Ia juga meminta pemerintah desa menyusun skala prioritas serta melengkapi data pendukung setiap usulan agar lebih mudah diperjuangkan dalam proses pembangunan.

    Editor: Andrian

  • Bupati Kotim Enggan Komentari Karhutla, Wartawan Diminta Tanya ke Gubernur

    Bupati Kotim Enggan Komentari Karhutla, Wartawan Diminta Tanya ke Gubernur

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menolak memberikan tanggapan saat dimintai keterangan mengenai langkah dan target penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

    Peristiwa itu terjadi usai Bupati menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan se-Kalimantan Tengah (Kalteng) di GOR Serbaguna Palangka Raya, Kamis, 6 Agustus 2026 malam.

    Saat hendak meninggalkan lokasi kegiatan, sejumlah wartawan berupaya meminta penjelasan terkait kondisi karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun, Halikinnor memilih langsung menuju kendaraannya tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan.

    Beberapa awak media sempat mengikuti hingga ke dekat mobil dinas. Akan tetapi, upaya konfirmasi tersebut tidak membuahkan hasil.

    Ajudan Bupati kemudian menghalangi wartawan yang ingin meminta keterangan lebih lanjut. Dari dalam mobil, Halikinnor melalui ajudannya justru meminta agar pertanyaan mengenai penanganan karhutla disampaikan kepada Gubernur Agustiar Sabran.

    “Wawancara Pak Gubernur aja, Mas,” ujar Halikinnor melalui ajudannya sebelum pintu mobil ditutup.

    Hingga meninggalkan lokasi, Halikinnor tidak memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan karhutla maupun target pengendalian kebakaran di Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Sikap tersebut menjadi sorotan karena Kotawaringin Timur merupakan salah satu daerah yang kerap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

    Di tengah meningkatnya risiko karhutla, masyarakat menunggu informasi mengenai langkah yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengendalikan kebakaran dan meminimalkan dampaknya.

    Editor: Andrian

  • Jelang 1 Suro, Dua Titik Api Muncul di Kota Sampit

    Jelang 1 Suro, Dua Titik Api Muncul di Kota Sampit

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Menjelang malam 1 Suro atau 1 Muharram, dua kebakaran lahan terjadi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (15/6/2026). Kemunculan dua titik api dalam rentang beberapa jam itu menjadi perhatian tersendiri di tengah meningkatnya kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

    Kebakaran pertama terjadi di kawasan Lingkar Utara Jalan Soekarno Hatta sekitar pukul 13.56 WIB. Api membakar lahan seluas sekitar 0,12 hektare.

    Beruntung, petugas pemadam kebakaran, BPBD Kotim dan relawan bergerak cepat menuju lokasi. Dalam waktu sekitar 18 menit, api berhasil dipadamkan sehingga tidak sempat meluas ke area yang lebih besar.

    Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas juga masih melakukan pendataan terkait kondisi lahan yang terbakar.

    Saat petugas masih melakukan pemantauan pascakebakaran pertama, laporan kebakaran lahan kembali diterima. Sekitar pukul 18.00 WIB, api muncul di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 5 Sampit.

    Kondisi di lokasi kedua lebih sulit karena titik api berada di area yang tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat. Akibatnya, proses pemadaman memerlukan upaya ekstra dari tim gabungan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam K Anwar, mengatakan hingga pukul 20.09 WIB petugas masih berupaya melakukan pemadaman dan menjangkau lokasi kebakaran.

    “Petugas masih melakukan penanganan. Kendala utama akses menuju lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

    Terjadinya dua kebakaran lahan menjelang malam 1 Suro menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan mulai muncul seiring berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Kotim. Meski tidak ada kaitan langsung antara peringatan malam 1 Suro dengan munculnya kebakaran, momen pergantian tahun dalam kalender Jawa dan Tahun Baru Islam ini bertepatan dengan meningkatnya suhu udara dan kondisi lahan yang mulai mengering.

    Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat.

    Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di Jalan Tjilik Riwut Km 5 guna mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi Kota Sampit.

    Editor: Andrian

  • Usai Tarawih Perdana, Hujan Ringan Basahi Kota Sampit

    Usai Tarawih Perdana, Hujan Ringan Basahi Kota Sampit

    INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Hujan ringan mengguyur sebagian wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), usai pelaksanaan salat tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026) malam.

    Rintik hujan mulai terasa saat jamaah keluar dari masjid sekitar pukul 20.00 WIB. Di sejumlah titik, jamaah tampak bergegas mengenakan jaket dan penutup kepala, sementara lainnya memilih berteduh sejenak di teras masjid sambil menunggu hujan mereda. Lampu-lampu jalan yang memantul di genangan air menambah suasana khas malam Ramadan di pusat kota.

    Beberapa pengendara sepeda motor terlihat memperlambat laju kendaraannya karena jalanan menjadi licin. Pedagang kecil di sekitar masjid juga sibuk menutup lapak dengan terpal agar dagangan tidak basah. Meski hujan turun, suasana tetap tertib dan aktivitas masyarakat berjalan normal.

    Berdasarkan data dari BMKG Kotawaringin Timur Stasiun Meteorologi Bandar Udara H Asan Sampit pada pukul 20.00 WIB, kondisi cuaca di Sampit tercatat hujan ringan dengan jarak pandang 5 kilometer.

    Suhu udara saat itu berada di angka 26,4 derajat Celcius dengan kelembaban 94 persen. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 6 kilometer per jam.

    Hujan ringan yang mengguyur kota usai tarawih ini menjadi penyejuk di tengah aktivitas malam Ramadan, sekaligus mengingatkan warga untuk tetap berhati-hati saat berkendara di tengah cuaca basah.

    Editor: Andrian

  • Muhammad Nur 18 Tahun Calon Haji Termuda Asal Kotim, Gantikan Bapaknya ke Tanah Suci

    Muhammad Nur 18 Tahun Calon Haji Termuda Asal Kotim, Gantikan Bapaknya ke Tanah Suci

    INTIMNEWS.COM,SAMPIT – Muhammad Nur Assidqi Sodri (18) dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tercatat sebagai jamaah calon haji termuda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2025.

    Muhammad Nur jadi calon haji termuda yang berangkat ke Tanah Suci karena menggantikan bapaknya yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Dirinya akan berangkat dengan 216 jamaah calon haji lainya pada Kamis 15 Mei 2025 dari Banjarmasin menuju Madinah.

    “Ini merupakan salah satu panggilan Allah. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini, jadi saya bersyukur bangat. Karena banyak juga orang yang secara finansial mampu, namun belum terpanggil untuk berhaji,” ungkap Muhammad Nur saat ditemui di acara pelepasan jamaah calon di haji di Gedung Islamic Senter Sampit, Selasa 13 Mei 2025.

    Muhammad Nur mengaku bapak dan ibunya telah mendaftar haji sejak 2013. Karena bapaknya telah meninggal dunia. Muhammad Nur dipercaya keluarga untuk berangkat ke tanah suci.

    “Saya merupakan anak pertama dalam keluarga. Jadi saya dipercaya menggantikan bapak yang telah wafat dan saya akan berangkat bersama ibu besok,” tuturnya.

    Dalam kesempatan itu, Bupati Kotim Halikinnor juga memberikan sejumlah pesan untuk jamaah calon haji yang akan berangkat yang merupakan refleksi keimanan yang mendalam yang menanamkan kecintaan dan rasa rindu kepada Allah dan Rasulnya.

    Dijelaskan juga, pemerintah daerah juga memberikan uang saku bagi jamaah calon haji.

    “Kesempatan berharga ini tidak boleh disia-siakan oleh jemaah calon haji karena banyak saudara-saudari kita yang menunggu untuk dipanggil melaksanakan ibadah haji ini,” ungkap Halikinnor.

  • Wabup Irawati Tekankan Perlunya Keseriusan dalam Penangan Sampah 

    Wabup Irawati Tekankan Perlunya Keseriusan dalam Penangan Sampah 

    INTIMNEWS.COM,SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati menekankan permasalahan sampah yang perlu ditangani serius dan terpadu.

    Hal ini disampaikan Irawati saat menghadiri rapat pembahasan pembahasan solusi penyelesaian permasalahan sampah di wilayah Kabupaten ini bersama denga pihak terkait, pada Jumat 11 April 2025.

    “Permasalahan sampah merupakan isu strategis yang perlu penanganan serius dan terpadu, karena berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta citra daerah,” jelas Irawati.

    Dijelaskan, pihaknya membahas berbagai upaya yang dapat dilakukan secara kolaboratif, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, penguatan sistem pengangkutan, optimalisasi peran bank sampah, hingga pentingnya edukasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

    “Saya menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi perlu dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, saya yakin kita mampu mewujudkan Kotawaringin Timur yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya.

  • Disdukcapil Kotim Pastikan Layanan Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran

    Disdukcapil Kotim Pastikan Layanan Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran

    INTIMNEWS.COM,SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memastikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) tetap berjalan selama libur Lebaran 2025.

    “Selama libur Lebaran kami tetap membuka layanan adminduk, tetapi memang ada beberapa penyesuaian yang dilakukan, seperti menerapkan pelayanan secara online,” kata Kepala Disdukcapil Kotim Agus Tripurna Tangkasiang, Jumat 28 Maret 2025.

    Agus menjelaskan, selama libur Lebaran yang dimulai pada 28 Maret hingga 7 April 2025 pelayanan adminduk tetap buka, dengan penyesuaian pada sistem pelayanan maupun jam kerja.

    Disdukcapil telah membentuk tim bersama Dinas Kesehatan, RSUD dr Murjani Sampit dan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan secara online bagi pasien yang hendak berobat di rumah sakit namun belum memiliki adminduk sebagai syarat mendaftar BPJS Kesehatan.

    Alur layanannya, nanti ada petugas dari Dinas Kesehatan yang membantu menghubungi staf Disdukcapil via Whatsapp, apabila semua berkas yang diperlukan lengkap maka lanjut pada proses pembuatan adminduk.

    Setelah selesai adminduk berupa Kartu Keluarga akan dikirimkan dalam format pdf kepada pasien untuk kemudian digunakan mendaftar BPJS Kesehatan.

    “Karena adminduk ini merupakan syarat wajib untuk pendaftaran BPJS dan itu membutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sedangkan yang berwenang mengeluarkan NIK secara resmi itu Disdukcapil,” jelasnya.

    Selain layanan online, pihaknya juga membuka layanan tatap muka atau offline di Kantor Disdukcapil Kotim Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Namun, waktu pelayanannya hanya setengah hari dan menyesuaikan dengan hari kerja.

    Oleh karena itu, bagi masyarakat yang hendak mengurus atau mencetak adminduk yang telah didaftarkan secara online, baik itu Kartu Keluarga, KTP dan berbagai akta bisa langsung datang ke kantor layanan.

    “Kami juga menyediakan tim yang bertugas di kantor secara bergantian, tapi tidak full seharian, hanya setengah hari. Jadi masyarakat yang belum sempat mengurus adminduk sebelum libur Lebaran silakan ke Disdukcapil,” ucapnya.

    la menambahkan, penyesuaian layanan adminduk ini rutin dilaksanakan setiap periode libur Lebaran. Sekaligus untuk menindaklanjuti arahan dari Bupati Kotim dan instruksi langsung dari Dirjen Dukcapil agar kabupaten/kota membantu Dinas Kesehatan maupun rumah sakit secara online.

    Penyesuaian layanan adminduk di Disdukcapil Kotim ini nantinya akan disampaikan melalui media sosial resmi mereka.

    “Kami juga meminta bantuan camat, lurah maupun kepala desa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak perlu galau ketika hendak mengurus adminduk selama libur Lebaran,” demikian Agus.

  • Seleksi Calon Paskibraka Kotim Diikuti oleh 268 Pelajar

    Seleksi Calon Paskibraka Kotim Diikuti oleh 268 Pelajar

    INTIMNEWS.COM,SAMPIT – Sebanyak 268 pelajar SMA/SMK/MA/sederajat dari 35 sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada tahun 2025.

    “Ada 174 peserta putra dan 94 putri yang mengikuti seleksi, termasuk pelajar dari sekolah-sekolah di lingkungan perkebunan sawit,” kata Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kotim, Naning Sugiharti, Rabu 26 Februari 2025.

    Selanjutnya semua pelajar ini, akan mengikuti tes pembinaan ideologi Pancasila dan intelegensi umum. Seleksi tersebut menjadi bagian dari program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.

    Dijelaskan, program Paskibraka memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan kedisiplinan, menanamkan jiwa nasionalisme, memupuk tanggung jawab, serta membekali anggota dengan keterampilan yang berguna di masa depan.

    Adapun proses seleksi dilaksanakan melalui beberapa tahap, dimulai dengan sosialisasi pada 3-23 Februari 2025, dilanjutkan pendaftaran online pada 10-23 Februari 2025 melalui laman resmi paskibraka.bpip.go.id. Seleksi administrasi berlangsung pada 14-24 Februari 2025 di Kantor Badan Kesbangpol Kotim.

    Tahapan berikutnya meliputi Seleksi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Intelegensia Umum pada 26 Februari 2025 di Gedung Serba Guna, diikuti pemeriksaan kesehatan dan parade pada 27 Februari 2025.

    Selanjutnya, pada 9 April 2025, peserta akan mengikuti Seleksi Peraturan Baris Berbaris (PBB), disusul Seleksi Kesamaptaan pada 10 April 2025 di lapangan Yonif Raider 631 Antang.

    Terkahir peserta akan mengikuti seleksi Kepribadian akan digelar pada 13 April 2025 di Kantor Badan Kesbangpol Kotim, dan hasil akhir seleksi akan diumumkan pada April 2025.

     

error: Content is protected !!