Ultimate magazine theme for WordPress.
Satpol PP

Sosialisasi KPU Pakai Model Cantik Disorot Aktivis Perempuan

0 386
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalteng melaksanakan lomba fotografer, dengan tema Demokrasi Indah Kalteng Batuah di Betang Eka Tingang Nganderang, Minggu 30 Agustus 2020.

Dalam lomba tersebut melibatkan 5 model cantik, yang mengenakan pakaian adat seperti Devaps, Feggy Maria, Reika Alkai, Eunike Fersa, dan Putri Patresia, serta diikuti oleh 50 perserta dari 13 Kabupaten dan 1 kota.

“Lomba ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan, pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020. Model ini akan mempromosikan atau mengendorse properti-properti yang mengarah ke arah sosialisasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada 9 Desember 2020,” kata Ketua KPU Provinsi Kalimantan Tengah Harmain Ibrohim.

Iklan Tengah Berita KPU
MODEL – Kegiatan KPU Kalteng yang melibatkan model cantik

Kegiatan tersebut mendapatkan sorotan dari Founder Forum Pemuda Kalimantan Tengah (Kalteng), Novia Adventy Juran. Menurutnya kegiatan tersebut sangat tidak relevan jika targetnya untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Menurut Novia, lomba fotografer dengan menggunakan model cantik bahkan hanya terkesan hura-hura dan pemborosan anggaran. Apalagi kata Novia saat ini bangsa dilanda pandemi Covid-19 yang menyebabkan kesulitan ekonomi di masyarakat khususnya di Kalteng.

“Setidaknya KPU melakukan kegiatan yang efisien karena ini menggunakan anggaran dari APBD. Sementara kita tau bersama, Covid-19 ini juga banyak menyerap anggaran untuk penanggulangannya,” kata Novia yang juga merupakan aktivis perempuan Kalteng.

Bukan hanya itu, Novia menganggap apa yang dilakukan oleh KPU juga mendiskreditkan perempuan. Karena menjadikan perempuan sebagai objek bukan subjek.

“Saya harus berpikir keras untuk menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan dalam hati saya, dimana korelasinya meningkatkan partisipasi pemilih dengan model cantik. Ini malah terkesan pemborosan anggaran di tengah pandemi Covid-19. Ini juga mendiskreditkan perempuan, menjadikan perempuan sebagai objek bukan subjek,” tegas Novia.

Novia menyarankan kepada KPU untuk melakukan sosialisasi yang betul-betul efektif termasuk dari penggunaan anggaran. “Banyak cara yang bisa dilakukan oleh KPU untuk mensosialisasikan Pilkada Kalteng ini ke masyarakat. Saya malah lebih sepakat kalau KPU memaksimalkan sosialisasi seperti melibatkan RT, Rumah Ibadah, Media, Organisasi Kepemudaan misalnya KNPI, Karang Taruna yang punya basis massa hingga tingkat desa, bukan malah melibatkan perempuan cantik,” tutup Novia. (din)

Iklan Tengah Berita KPU

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.