Ultimate magazine theme for WordPress.

Soal Bantuan Racun, Bupati Kotim Akan Panggil Dinas Ketahanan Pangan

0 111
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, SAMPIT- Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi akhirnya angkat bicara terkait tidak adanya bantuan racun untuk memerangi hama wereng yang saat ini menyerang lahan padi warga di daerah sentral pangan setempat.

“Saya akan panggil secara khusus Dinas Ketahanan Pangan agar segera menangani itu dan juga terkait bantuan,” tegas Supian, Senin 8 Februari 2021.

Dirinya juga yakin bahwa Dinas Ketahanan Pangan telah memprogramkan bantuan untuk para petani, tidak hanya pupuk atau saluran irigasi tapi untuk racun hama juga.

“Dari anggaran yang diserahkan ke Dinas Ketahanan Pangan saya yakin mereka telah memprogramkan untuk bantuan racun hama juga,” beber Supian.

Dirinya berharap di tahun 2021 ini bantuan untuk para petani Kotim terus berlanjut dan lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dapat meringankan beban petani dan lebih terbantu.

“Mudah-mudahan tahun ini berlanjut dan lebih banyak lagi bantuan yang diberikan pada di tahun 2021,” ungkapnya

Diketahui saat ini petani sedang mengeluhkan tanaman padinya yang rusak lantaran diserang hama wereng dan cacing. Salah satu ketua ketua kelompok tani di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Mustafi’in mengatakan dimusim penghujan seperti saat ini hama wereng semakin merajalela. Sehingga perlu perawatan yang lebih agar tanaman padi mereka dapat panen.

“Selain diserang hama wereng, tanaman padi kita juga diserang hama cacing yang memakan akar pada tanaman padi. Akibatnya tanaman padi kita menguning dan tidak subur,” katan dirinya.

Menurutnya untuk wilayah setempat, luas sawah yang ditanami padi jenis siam empang itu hampir mencapai 50 Ha. Dalam sekali panen luasan 1 Ha biasanya bisa memperoleh 3,8 sampai 4,5 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan masa panen 4 bulan dan keadaan normal. Tapi jika padi terserang hama seperti wereng maka masa panen akan menjadi lebih lama hingga 5 bulan dan hasilnya pun tidak maksimal.

“Kalau seperti ini selain petaninya harus telaten juga memerlukan modal cukup banyak karena untuk membeli racun hama yang harganya tidak murah,agar hasil panen tetap bagus,” tutupnya. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.