Ultimate magazine theme for WordPress.

Selain Wali Kota Banjar Baru, Ini Deretan Kepala Daerah yang Meninggal Karena Corona

0 161
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM – Virus corona bisa menyerang siapa saja, apalagi yang lengah dan tak taat protokol kesehatan. Pejabat atau kepala daerah di Indonesia pun ada yang menjadi korban.

Di Indonesia, hingga Senin (10/8), tercatat sudah ada 3 kepala daerah yang meninggal karena corona. Berikut daftarnya:

Wali Kota Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Selasa (28/4).

Ia meninggal karena terinfeksi virus corona. Sebelum meninggal, Syahrul mendapatkan perawatan intensif selama kurang lebih tiga pekan di RSUP Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang.

Dikutip dari partner resmi kumparan, Kepripedia, Syahrul dinyatakan positif COVID-19 pada Senin (13/4) lalu.

Bupati Morowali Utara

Bupati Morowali Utara, Aptripel Tumimomor, meninggal dunia di usia 54 tahun, di Rumah Sakit dr Wahidin Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (2/4) sekitar pukul 22.30 WITA.

Dikutip dari partner kumparan, Paluposo, pemakaman Aptripel dilakukan dengan protokol corona. Sebab, ia meninggal dalam status PDP corona. Baru keesokan harinya, Jumat (3/4), almarhum dinyatakan positif COVID-19.

Wali Kota Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani, meninggal dunia akibat virus corona, Senin (10/8) dini hari. Ia sempat mendapat perawatan selama dua pekan.

“Beliau meninggal pukul 02.30 WITA saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin,” kata Dedi dikutip dari Antara.
Sebelum meninggal, ia sempat berpesan kepada masyarakat Banjarbaru untuk tidak menganggap enteng corona. Semua harus taat protokol kesehatan seperti jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker. (int)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.