Ultimate magazine theme for WordPress.

Satgas Mulai Kelabakan, Karhutla Mulai Landa Kobar Ditengah Pandemi Covid-19

0 230
WAROUENG SOELTAN PANJANG

Duet Maut COVID-19 dan Karhutla, Bikin Tim Satgas Kelabakan

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Tim Satgas karhutla Kotawaringin Barat (Kobar) bergerak cepat melaksanakan penangangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama (Kolam) km 12, seluas 10 hektar, Sabtu (27/2/2021).

Bupati Kobar Nurhidayah, saat dilokasi menyampaikan arahan untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan yakni pentingnya manajemen lapangan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini, penegakan hukum, dan penataan ekosistem gambut.

Iklan Ramadan BPN

Dari arahan itu, penting sekali perlunya manajemen komunikasi, termasuk pemusatan data situasi real time tentang titik-titik hot spot kebakaran hutan dan penanganannya. Agar menyelesaikan masalah karhutla.

“Berbagai langkah aktif pencegahan karhutla, di antaranya komunikasi intensif dengan Satgas Karhutla agar cepat teratasi, apalagi disituasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” kata Nurhidayah.

Selain itu, upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga terus ditingkatkan untuk membantu pencegahan Karhutla dan Covid-19.

Iklan Travel

Lanjut Nurhidayah, mengupayakan monitoring titik panas dan deteksi dini sebagai salah satu cara untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di masa pandemi COVID-19.

Berdasarkan pantauan dilapangan belakangan, karhutla sama COVID-19 itu membuat tim Satgas Covid-19 dan tim Satgas Karhutla kelabakan membagi peran.

Bagai mana tidak kelabakan kami harus berbagi peran dalam penanggulangan kedua bencana ini, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Tengku Alisjahbana

Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla, bagaimana di tingkat tapak masyarakat kita mengontrol dirinya sendiri.

Adanya partisipasi masyarakat peduli api tentu memberikan sisi yang positif dalam hal keterlibatan publik. Tapi, itu saja tidak cukup. Lebih dari itu, diperlukan kesadaran hukum masyarakat secara bersama-sama.

Selain membutuhkan partisipasi masyarakat, patroli mandiri dan patroli terpadu juga dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol COVID-19 dan sekaligus sosialisasi pencegahan COVID-19, pungkas Alisjahbana. (yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.