Ultimate magazine theme for WordPress.

Riko: Pemuda Harus Jadi Contoh dalam Penerapan Protokol Kesehatan

0 66
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan sebuah ikrar manifestasi peran nyata pemuda turut memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kejumudan karena pengaruh bangsa kolonial. Pada 92 tahun silam, para pemuda dari Sabang sampai Merauke telah mengalahkan ego masing-masing dengan satu tujuan bersama.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya, Riko Rahman menyambut peringatan 92 tahun Hari Sumpah Pemuda. “Dalam momentum ini semua kalangan pemuda berkumpul untuk menyatukan tekat dan semangat dari berbagai macam golongan, suku, ras, agama demi satu tujuan Indonesia,” ungkap Riko Rahman.

Menurut mahasiswa pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya itu, Sumpah Pemuda tidak saja hanya menjadi bukti peran pemuda dalam perjuangan bangsa. Tetapi juga bukti bahwa perjuangan-perjuangan yang berlandaskan ego kedaerahan, kelompok, golongan dan SARA, tidak akan pernah berhasil maksimal.

Iklan Ramadan BPN

Nilai-nilai semangat dan keikhlasan para pemuda untuk melepas ego dan bersatu membangun bangsa itu, imbuh dia, sudah semestinya terus digaungkan dan diimplementasikan hingga saat ini dan masa mendatang.

Riko mengakui, saat ini Peran pemuda di tengah pandemi Covid-19 menjadi satu hal yang sangat penting. Terlebih dalam membantu pemerintah, terkait sosialisasi pencegahan penularan Covid-19, serta penerapan protokol kesehatan di fase Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Pemuda harus menjadi contoh di tengah masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan” tegas Riko.

Lebih lanjut dikatakannya, di tahun politik ini juga pemuda harus menjadi cermat dan selektif dalam menerima informasi, karna di era digitalisasi dan informasi saat ini yang begitu cepat, setiap orang dengan mudah memproduksi informasi. Pemuda jangan sampai malah ikut mempertajam perpecahan, dengan menyebarkan ujaran kebencian dari informasi yang belum jelas kebenarannya.

Pemuda itu mesti mempunyai kejernihan hati yang menyehatkan akal dan menjernihkan pikir, sehingga apa yang keluar dari kata dan tindakan berbuah manfaat dan kebaikan, imbuhnya.

Semoga momentum Sumpah Pemuda ini tidak hanya sekadar menjadi ajang untuk kegiatan-kegiatan seremonial, tetapi harus lebih menyentuh peran substantif para pemuda dalam menyatukan persepsi dan gagasan nyata untuk bangkit dan keluar dari pandemi covid-19 ini, serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” harap Riko. (Amalul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.