Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

PUPR Kalteng Siapkan Alat Berat di Bukit Rawi

0 132
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PULANG PISAU – Kepala Dinas PUPR Kalteng H. Shalahuddin, memantau kondisi banjir di ruas jalan Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (1/4/2021), sore.

Selain untuk melihat kondisi air, Kadis PUPR juga diperintahkan Gubernur Sugianto Sabran untuk melihat situasi dan kondisi jalan di tengah situasi air pasang saat ini, sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional untuk melakukan upaya penanganan di lokasi yang tergenang banjir.

Shalahuddin menyebutkan pihak PUPR Kalteng akan menyiapkan dan siaga alat berat serta menurunkan tim untuk melakukan pemantauan kondisi banjir yang menggenang di jalan raya, terutama ruas jalan Provinsi di berbagai wilayah Kalteng.

Iklan Ramadan BPN

Serta akan membantu dan mengantisipasi, agar aktifitas warga tidak terganggu, tidak hanya di wilayah Bukit Rawi, namun juga di wilayah yang berpotensi banjir di daerah lainya.

Kadis Shalahuddin bersama Penanggungjawab Pelaksana Kegiatan (PPK) Wilayah 3 balai kecil pelaksanaan jalan nasional Provinsi Kalteng, Ilham, mengecek kondisi banjir sembari koordinasi dalam upaya kolaborasi melakukan antisipasi di ruas jalur jalan nasional, termasuk di wilayah jalan Provinsi.

“Kami memantau kondisi jalur jalan dan debit air, salah satunya di wilayah Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, yang sering tergenang atau banjir saat air naik. Kami melakukan koordinasi dengan pihak Balai, untuk melakukan kesiap siagaan baik alat berat dan tim guna memantau kondisi ruas jalan untuk dapat diantisipasi guna membantu aktifitas masyarakat,” katanya.

“Saat ini selain sudah memasang garis pembatas di titik banjir terdalam dan jalan yang rusak, juga pihak balai menurunkan tim untuk melakukan pemantauan jalur jalan dan pengaturan bertahap. Kami apresiasi,” tambah Shalahuddin.

Shalahuddin berharap kondisi genangan banjir yang mengganggu pengguna jalan tersebut, dapat berakhir, dan nantinya tahun 2022 jalan layang sepanjang hampir tiga kilometer lebih itu sudah rampung dikerjakan oleh Kementrian PUPR dan dapat digunakan.

“Koordinasi pak Gubernur Sugianto Sabran, dengan Pemerintah Pusat dan Kementrian PUPR selama ini, sehingga di ruas jalan ini dibuat jalan layang agar masyarakat terhindar dari banjir setiap air naik. Upaya upaya saat ini terus kita koordinasi bersama sama dengan pihak balai untuk mengantisipasi potensi banjir guna membantu kenyamanan masyarakat. Mudah mudahan tahun depan sudah bisa dilalui saat jalan layang ini selesai,” harap Shalahuddin.

Dikatakan Shalahuddin, nantinya setelah banjir selesai di tanggulangi, bersama dengan pihak balai juga akan dilakukan upaya percepatan penanganan jalan yang rusak.

“Kita terus lakukan koordinasi dan kolaborasi agar pelayanan dapat terlayani kepada masyarakat dan pekerjaan juga berjalan dengan baik,” sebutnya.

Sementara itu, PPK Wilayah 3 balai kecil pelaksanaan jalan nasional Kementrian PUPR di Provisi Kalteng, Ilham mengatakan pengerjaan secara multy years itu selesai tahun 2022, dimana saat ini terus dikerjakan tiang pancang dan peletakan bagian jalan layang dengan panjang total sekitr 3,1 kilometer.

Saat ini sudah terpancang 1,3 kilometer dan bangunan atas sudah 200 meter terpasang. Dari target pelaksanaan selama 22 bulan, sudah berjalan enam bulan pelaksanaanya, dengan anggaran sekitar Rp165 miliar.

“Saat ini pelaksanaan pekerjaan jembatan layang sudah enam bulan dari target 22 bulan, dan sudah terpancang bagian bawah 1,3 kilometer dan bagian atas 200 meter,” kata Ilham.

Mengenai upaya antisipasi banjir, Ilham menjelaskan pihaknya selain berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kalteng, juga melakukan tahapan penjagaan jalur secara bergantian hingga pemasangan garis pembatas dan kesiapan alat berat untuk membantu warga.

“Nantinya apabila sudah mulai surut, kami sudah gerak cepat untuk rekondisi jalan, seperti mengupayakan menggunakan agregat atau pengaspalan bertahap di bagian jalan yang rusak dan bahu jalan, sehingga dapat dilintasi dengan baik kembali. Biasanya setelah banjir, ada ruas jalan yang hancur, jadi itu yang cepat kita lakukan rekondisi,” pungkas Ilham. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.