PALANGKA RAYA, INTIMNEWS.COM, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan program cetak sawah dan penguatan ketahanan pangan di wilayah setempat.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Dr. Hj. Sri Widanarni, M.Si. Ia hadir dalam agenda rilis berita resmi statistik yang digelar oleh BPS, Kamis (1/5/2025).
“Capaian program cetak sawah dan ketahanan pangan ini luar biasa. Hasilnya sangat menggembirakan,” kata Sri Widanarni.
Menurutnya, peningkatan produksi padi di Kalteng mencapai 10,90 persen atau sekitar 11,13 ribu ton.
Ia menyebut hasil ini menjadi bukti bahwa Kalimantan Tengah mampu mendukung ketahanan pangan nasional.
“Selama ini banyak yang meragukan keberhasilan program karena kondisi tanah kita yang gambut dan asam,” ujarnya.
“Tapi fakta di lapangan membuktikan sebaliknya. Kita berhasil,” tambahnya.
Ia menilai, teknologi pertanian menjadi salah satu kunci sukses dalam peningkatan hasil panen.
Mulai dari pengolahan lahan, pengaturan air, hingga penggunaan alat modern turut mendorong produktivitas.
“Penerapan mekanisasi pertanian sangat membantu petani kita. Baik saat tanam maupun panen,” jelasnya.
Ia berharap, capaian ini mampu mendorong minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Pertanian sekarang sudah maju, tidak seperti dulu. Banyak peluang dan inovasi yang bisa dikembangkan,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi panen raya serentak yang sempat digelar di sejumlah kabupaten di Kalteng.
“Panen di Pulang Pisau, Sampit, dan beberapa daerah lain menunjukkan hasil yang memuaskan,” ucapnya.
Sri menyebutkan, momen tanam bersama Presiden di 14 provinsi juga menjadi simbol kuat komitmen negara pada pangan.
“Ini bukan hanya cerita, tapi nyata kita saksikan sendiri. Dan Kalimantan Tengah termasuk yang menonjol,” pungkasnya.
Penulis: Redha
Editor: Andrian