Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Polisi Sudah Tetapkan 2 Tersangka, Sejumlah Areal Tambang Ikut Dibidik

0 475
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Polisi terus menyelidiki peristiwa di tambang emas Desa Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelusuran polisi dimulai dari menangkap dua tersangka yakni pemilik lahan dan kepala rombongan korban.

“Sampai hari ini, sudah ada dua tersangka. Selain itu, kami juga mengembangkan pencarian tersangka yang lain, dan ini sudah kita upayakan”, Kata Wakapolres Kobar Kompol Boni Ariefianto yang mewakili Kapolres saat pres release, Rabu (25/11/2020).

Lanjut Boni, proses penyidikan masih tetap berjalan. Kemudian pihaknya juga tengah memperluas penyelidikan pada areal tambang sejenis.

Kata Boni, terkait adanya areal areal tambang ini, masih akan dikaji. Ia mengaku tetap membuka peluang untuk upaya hukum lebih lanjut.

“Nanti akan kita berikan rekomendasi kepada pemerintah daerah bersama-sama dengan instansi terkait untuk menentukan bagaimana langkah selanjutnya, daripada ada penanganan areal lokasi tambang sehingga tidak terjadi lagi yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Hari ini evakuasi korban longsor tambang emas resmi dihentikan. Keputusan ini disampaikan oleh Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, saat Jumpa pers.

Dalam jumpa pers, Bupati Kobar Hj Nurhidayah menuturkan bahwa keputusan didasarkan pada rapat tanggal (22/11), malam, yang melibatkan seluruh personel tim pencarian baik dari Basarnas, TNI, Polri, instansi terkait. Sesuai SOP bahwa pencarian selama 7 hari dan tidak membuahkan hasil, maka dan hari ini Rabu resmi dihentikan.

“Pencarian kami hentikan setelah 7 hari digelar sesuai dengan prosedur dan juga mengingat efisiensi dan efektifitas dari proses identifikasi lokasi korban yang masih didalam lubang juga semakin sulit dengan area yang sangat sulit,” terang Bupati.

Faktor lain yang membuat operasi pencarian ini resmi dihentikan yakni adanya potensi korban susulan. Apalagi melihat situasi lubang yang susah dijangkau. Kata Nurhidayah, potensi yang diutamakan adalah potensi keselamatan para tim pencari korban.

“Semua jajaran sudah bekerja dengan maksimal, melakukan pencarian di seluruh sektor yang teridentifikasi, dan pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan,” terang Nurhidayah.

Sementara itu Kepala Basarnas Pusat Hariyadi, mengatakan hingga saat ini korban masih dinyatakan hilang sebanyak 7 orang. Adapun upaya-upaya yang sudah diakukan dari hari ketiga di antaranya sudah berupaya keras sampai menurunkan Tim. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.

“Pada kegiatan tersebut ada faktor-faktor yang paling utama kita pertimbangkan, yakni faktor keselamatan yang paling utama dalam melakukan pencarian dan pertolongan, kita sudah turunkan tim sampai di kedalaman 15-18 meter dan posisi lubang utama semakin dalam semakin mengecil,” kata Haryadi.

Lanjut Haryadi, kita juga membawa peralatan atau alat pernapasan alat bantu termasuk ke dalam ruang sempit dan dibantu oleh peralatan-peralatan pendukung lainnya, namun kondisi lubang yang sangat sempit menjadi kendala-kendala yang sangat berisiko. (Yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.