INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Mayat pria misterius yang mengapung di pinggir Jalan Tewang Rusau tepatnya depan Gereja Kalawa, Kelurahan Kasongan Baru, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah Selasa (9/9/2025) berinisial IS (52) merupakan warga Kelurahan Jingah, Barito Utara.
Setelah menerima informasi dari warga, sekitar pukul 07.30 WIB. Tak lama kemudian, anggota piket Polsek Katingan Hilir bersama tim Reserse Kriminal Polres Katingan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Katingan AKBP Chandra Ismawanto, S.I.K., melalui Kapolsek Katingan Hilir Ipda Harry Meilantara, S.I.P., M.A.P., di ruang kerjanya Kamis (11/9) pagi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah cepat dan profesional dalam menangani kasus ini, serta melakukan evakuasi untuk dilakukan visum awal di Rumah Sakit.
“Setelah menerima laporan, tim kami segera mengamankan dan melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Jenazah juga langsung dibawa ke RSUD Mas Amsyar Kasongan, kemudian jenazah dirujuk ke RS. Bhayangkara untuk dilakukan visum,” ujarnya.
Informasi lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan saat ditemukan jenazah dengan posisi telentang mengambang di genangan air pinggir jalan, tanpa celana dan memakai pakain dalam saja, setelah melakukan evakuasi, pada saat olah TKP pihaknya menemukan celana yang tidak jauh dari lokasi ditemukannya jenazah sekitar kurang lebih 300 meter dan menemukan sebuah identitas.
Dari identitas yang didapat diketahui dengan inisial IS (52), merupakan warga Kelurahan Jingah, Barito Utara, Kalteng. Kemudian pihak kepolisian memastikan kecocokan antara indentitas dan jenazah yang ditemukan.
“Kami pastikan identitas korban itu, kemudian memanggil keluarganya untuk dimintai keterangan, diketahui korban memiliki riwayat penyakit asma,” ungkapnya.
Kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dan berperan aktif.
“Sehingga melaporkan apabila ada kejadian-kejadian yg dapat mengganggu kamtibmas,” pungkas Kapolsek.
Editor: Andrian