Ultimate magazine theme for WordPress.

PKS Kecam Presiden Prancis Karena Menghina Nabi Muhammad

0 450
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Heru Hidayat, ST mengecam pernyataan dan hinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Presiden Perancis, Emmanuel Macron.

Menurut Aktivis Kemanusiaan ini, Islam adalah agama yang cintai damai, mengutuk setiap tindakan teroris yang dilakukan oleh siapapun. Namun kita juga mengecam siapapun yang telah menghina agama Islam dengan stigma teroris dan menghina Nabi Muhammad SAW.

“Lantas dimana letak toleransi yang selama ini digaungkan?, dimana upaya saling menghormati dan menghargai perbedaan agama yang ada. Apabila pernyataan dan hinaan tersebut justru datang dari Presiden Perancis, yang seharusnya tetap menjaga kedamaian dengan saling menghormati dan menghargai,” ujar mantan Anggota DPRD Kalteng ini, 31 Oktober 2020.

Iklan Ramadan BPN

“Kami menegaskan pernyataan ceroboh yang menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW tersebut tentu saja tidak mencerminkan sikap toleransi, sehingga menyakiti umat Islam,” tambah Heru.

Iklan Travel

Menurut Heru, dirinya mengutuk keras setiap tindakan provokatif dan penghinaan yang berusaha mencemarkan nama baik agama apapun, tidak terkecuali Islam. “Kami menentang narasi berbasis kebencian dan penghinaan terhadap Islam, termasuk tindakan tidak menghormati Nabi kami, Muhammad SAW.

Kami mengecam dan mendesak agar Presiden Perancis untuk menarik ucapannya yang menghina Islam, serta meminta maaf kepada warga dunia, khususnya umat Muslim yang telah tersakiti oleh pernyataan tersebut,” ungkap mantan Aktivis UPR ini.

Menurut Heru, dirinya percaya bahwa kebebasan berekspresi harus dijunjung dan digunakan untuk saling percaya dan menghormati antar setiap agama dan kepercayaan.

“Kami menolak praktik apa pun yang menimbulkan kebencian, kekerasan, Islamofobia, ekstremisme, dan tindakan terorisme. Kami juga percaya bahwa Barat dan dunia Muslim dapat membangun dialog yang konstruktif dan membina hubungan perdamaian dan toleransi,” ujar tokoh muda Kalteng ini. (amalul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.