Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Pj Sekda Kotim Sebut Banyak Pembangunan Tertunda Karena Covid-19

0 25
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Berjuang untuk pembangunan ditengah Pandemi Covid-19, inilah yang terus menjadi semangat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dengan berupaya keras menuntaskan program kerja mereka agar roda pembangunan daerah tetap bisa berjalan dengan lancar.

Saat ini diakui bahwa, hampir seluruh anggaran, baik itu Pendapatan Daerah, Retribusi maupun dana dari Pemerintah Pusat dan Provinsi di pangkas, dampaknya banyak program kerja yang terpaksa tertunda.

“Walaupun kita ketahui kegiatan ini dilaksanakan di masa pandemi covid-19, namun tidak menyurutkan semangat kita menjalankan dari program kerja yang telah direncanakan dari masing-masing SOPD,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Suparmadi, Selasa 06 Oktober 2020.

Iklan Ramadan BPN

Menurutnya melalui Rapat Koordinaai Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Triwulan III, dengan mengundang seluruh SOPD dan juga Kecamatan, diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi kegiatan program yang direncanakan SOPD.

“Dengan harapan apa yang sudah dilaksanakan bisa terealisasi dengan baik. Memang kita sebagai aparatur pemerintah bagaimana bisa membantu, mengatasi, mencegah mungkin memutus matarantai Covid-19 ini,” paparnya.

Bagaimana pun menurut Suparmadi, pandemi ini sangat mengganggu seluruh program pembangunan daerah, melalui upaya pencegahan menerapkan protokol kesehatan, Corona cepat berlalu dan proses pembangunan daerah bisa terealisasi dengan baik.

Sementara itu, sekedar diketahui berdasarkan data yang terhimpun dari hasil pemaparan yang berhubungan dengan pendapatan daerah serta lainnya. Dari seluruh sektor memang mengalami penurunan dampak dari pandemi Covid-19 ini.

Seperti pendapatan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak, atau pendapatan transfer (Dana Perimbangan) target awal sebesar Rp 1.191.951.491.000, target penyesuaian Rp 1.031.663.970.000, terealisasi sebesar Rp 866.764.556.560, dengan pencapaian target awal sebesar 72,72 persen dan dan target penyesuaian 84,02 persen.

Demikian juga dari lain-lain pendapatan daerah, yakni dari dana hibah, dana bahi hasil pajak provinsi, dana penyesuaian dan otonomi khusus dan pendapatan lainnya, dari target awal Rp 371.225.497.300 dan target penyesuaian Rp 311.620.150.300, terealisasi sebesar Rp 95.533.014.537 atau pencapaian target awal 25,73 persen, dan target penyesuaian 30.66 persen. (Cha/

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.