INTIMNWES.COM PALANGKA RAYA – Krisis listrik di sejumlah desa di Kabupaten Murung Raya kembali menjadi sorotan wakil rakyat di Palangka Raya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah menilai pemerintah kabupaten perlu mengambil langkah segera untuk mengatasi persoalan yang dinilai sudah berlarut-larut ini.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kalteng, Sirajul Rahman, mengatakan ketimpangan pembangunan infrastruktur dasar masih terlihat jelas, terutama di wilayah pedesaan yang jauh dari pusat layanan publik.
Menurut Sirajul, hingga hari ini masih ada desa yang belum menikmati aliran listrik. Kondisi itu ia sebut memprihatinkan mengingat listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat modern.
“Memang untuk daerah-daerah terpencil di pedesaan, itu masih ada desa yang belum teraliri listrik,” kata Sirajul Rahman saat ditemui pada Selasa, 25 November 2025.
Ia menegaskan bahwa ketimpangan tersebut menjadi hambatan serius bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Tanpa listrik, kata dia, pembangunan sosial dan ekonomi sulit bergerak.
“Listrik ini menjadi titik tolak utama kesejahteraan rakyat,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.
Sirajul menilai pemerintah daerah seharusnya menjadikan ibu kota kecamatan sebagai prioritas elektrifikasi. Area tersebut, menurut dia, menjadi pusat aktivitas warga dan pintu masuk layanan pemerintahan.
Ia menjelaskan, desa yang belum teraliri listrik akan menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan energi yang memadai.
“Pendidikan, misalnya, kalau teraliri listrik kan dengan mudah belajar siswanya. Kemudian jaringan internet mudah,” kata Sirajul.
Selain pendidikan, akses listrik juga memengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat pedesaan. Banyak usaha kecil, kata dia, tak bisa beroperasi maksimal karena keterbatasan energi.
“Kalau listrik ada, usaha kecil bisa jalan, produktivitas meningkat,” ujar Sirajul menambahkan.
Politikus dari daerah pemilihan IV itu menekankan pentingnya pemerataan pembangunan. Ia menyebut ketersediaan energi sebagai prasyarat utama untuk mendorong kemajuan wilayah terpencil.
“Jadi, listrik itu penopang utama bagi pembangunan yang ada di wilayah pedesaan,” katanya.
DPRD Kalteng kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya merumuskan program percepatan elektrifikasi desa. Mereka meminta agar rencana tersebut tidak berhenti pada tataran wacana.
Sirajul berharap pemerintah daerah tidak lagi terfokus pada kawasan perkotaan. Menurutnya, desa-desa yang berada jauh dari pusat pemerintahan harus memperoleh perhatian yang sama.
Dengan pemerataan listrik, ia meyakini kualitas hidup masyarakat pedesaan dapat meningkat, dan pembangunan daerah menjadi lebih inklusif.
Penulis Redha
Editor Andrian