Ultimate magazine theme for WordPress.

Pemerintah Batalkan Libur Bersama 28, 29, 30 Desember 

0 41
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, JAKARTA. – Pemerintah memutuskan memangkas libur akhir tahun 2020 dari rentang 11 hari menjadi 8 hari. Libur yang dipangkas sebanyak 3 hari yakni tanggal 28, 29 dan 30 Desember.

“Cuti bersama Desember 2020 dipangkas sebanyak 3 hari. Hari libur yang dikurangi merupakan jatah cuti bersama Idul Fitri 2020. Dengan demikian, maka secara teknis ada pengurangan libur dan cuti bersama ini sebanyak 3 hari yaitu 28, 29, 30,” kata Menko PMK, Muhadjir Effendy kemarin.

Berikut jadwal baru libur akhir tahun dan cuti bersama Desember 2020:

Kamis, 24 Desember 2020: Cuti Bersama Hari Raya Natal. Kemudian Jumat, 25 Desember 2020 Libur Nasional Hari Raya Natal. Kamis, 31 Desember 2020: Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Dan Jumat, 1 Januari 2021: Libur Nasional Tahun Baru 2021 Masehi

Total ada 2 hari libur nasional dan 2 hari cuti bersama. Dengan demikian ada dua kali long weekend yang disela hari kerja. Yang pertama, ada 4 hari libur berderet pada 24-25 Desember 2020 (Kamis-Jumat) dan 26-27 Desember 2020 (Sabtu-Minggu). Long weekend kedua adalah pada 31 Desember 2020-1 Januari 2021(Kamis-Jumat) dan 2-3 Januari 2021.

Dengan demikian jika dibandingkan dengan keputusan sebelumnya, total ada pengurangan jatah libur 3 hari dari sebelumnya 11 hari menjadi 8 hari.

Keputusan pemangkasan libur akhir tahun dan cuti bersama Desember 2020 ini diambil pemerintah yang mengkhawatirkan terjadinya lonjakan transmisi Corona di Indonesia.

Sebelumnya lonjakan kasus positif COVID-19 terjadi saat ada libur panjang akhir Oktober lalu.

Keputusan pemangkasan cuti bersama Desember 2020 ini diteken oleh 3 menteri yaitu MenPanRB, Menaker dan Menag.

Muhadjir mengharapkan keputusan pemangkasan libur akhir tahun dan cuti bersama Desember 2020 ini tidak menimbulkan kontroversi.

“Mudah-mudahan keputusan nanti tidak menimbulkan kontroversi dan tidak gaduh, dan manfaatnya bisa diterima banyak pihak,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Tjahjo Kumolo, mengatakan, skema akan merujuk pada pertimbangan soal pandemi. Libur diharapkan tidak justru mencetak angka kasus Corona menjadi lebih tinggi.

“Kita akan kaji bersama seperti apa yang paling ideal. Agar jangan ada klaster liburan,” jelas Tjahjo.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kementerian mempertimbangkan skema libur akhir tahun agar bisa lebih diciutkan. Menurutnya libur berpotensi menjadi klaster baru. Apalagi jika tidak ada pembatasan yang bisa mengontrol di objek yang berpotensi jadi kerumunan.

Presiden Jokowi juga memberikan arahan bahwa yang berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, diputuskan bersama. Dengan mempertimbangkan situasi pandemi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.