Ultimate magazine theme for WordPress.
Satpol PP

Palsukan Surat Rapid Test, Pria Asal Kobar Diancam 2 Tahun 6 Bulan

0 977
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Gara-gara membuat surat rapid test palsu, terdakwa Samin dituntut penjara selama 2 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nofanda Prayudha, melalui sidang online dihadapkan majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Selasa, (17/11/2020).

Jaksa Penuntut Umum Nofanda Prayudha menyatakan terdakwa Samin secara sah terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan surat Rapid Test sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 64 dan Pasal 268 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Untuk itu menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan, dikurangkan sepenuhnya selama terdakwa menjalani masa penahanan dan pemeriksaan,” kata Nofan.

Iklan Tengah Berita KPU

Atas tuntutan tersebut, Ketua Majelis Hakim Abu Achmad Sidqi Amsya memberikan hak kepada terdakwa untuk menanggapinya. Terdakwa pun mengungkapkan, jika dirinya sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Bahkan ia saat ini statusnya sebagai kepala rumah tangga.

“Saya menyesal dan mohon keringanan pak majelis. Saya punya 3 putri dan saya sangat menyesal serta berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ungkap terdakwa.

Sementara itu, atas permohonan terdakwa, JPU tetap pada tuntutannya. Kemudian majelis hakim akan mempertimbangkannya.

Diinformasikan bahwa terdakwa Samin ini, pada Juli 2020. Bertempat di rumah terdakwa Jalan H. Munangwar, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kobar. Telah terbukti membuatkan surat rapid test palsu sebanyak 19 lembar, atas permintaan Muhammad Tomohon (berkas terpisah).

Selain itu ia juga membuatkan surat Rapid Test Palsu permintaan Jasri (DPO) sebanyak 3 lembar. Terdakwa menerima pesanan pembuatan Surat Keterangan Hasil Rapid Test melalui Whatsapp, dan akhirnya ditangkap Polres Kobar.

Dalam menjalankan aksinya, terdakwa Samin dengan menggunakan peralatan 1 laptop merek Acer warna silver, 1 flashdisk, 1 printer merek Canon warna hitam dan memalsukan 1 Cap Stempel Laboratorium RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun yang dibuat di tempat tukang cap langganan Samin.

Bahwa dari keseluruhan Surat Keterangan Hasil Rapid Test palsu yang dibuat oleh terdakwa tersebut mencantumkan hasil ‘Non Reaktif’ terhadap infeksi dari Corona Virus Desease 2019 (COVID-19), sedangkan pemeriksaan rapid test yang seharusnya dilakukan terhadap orang atau pasien tersebut, belum dilakukan sehingga hasil sesungguhnya dari pemeriksaan tersebut belum diketahuinya.

Setiap surat Rapid Test palsu ia patok harga sebesar Rp. 150.000. Dari keseluruhan hasil pembuatan Surat Keterangan Hasil Rapid Test palsu sebanyak 22 surat tersebut, bahkan Samin (terdakwa) bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp. 3.300.000. (Yus)

Iklan Tengah Berita KPU

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.