Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

PAD dan Retribusi Kotim Merosot Selama Pandemi Covid-19

0 27
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Hampir di semua sektor Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan pendapatan, hal ini disebabkan dampak dari rasionalisasi yang dilakukan Pemerintah Pusat, yang mengalihkan anggaran guna menanggulangi Pandemi Covid-19 yang melanda bangsa ini.

Berdasarkan Hasil Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Kegiatan Pembangunan Kotim Triwulan III Tahun Anggaran 2020, selasa 06 Oktober, ada beberapa paparan yang menyangkut sumber pendapatan dan belanja daerah, seperti dari sumber PAD, dana transfer perimbangan dari pusat, dana transfer provinsi dan pendapatan lain yang sah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kotim, Ramadhansyah, menerangkan  ada beberapa sektor yang turun karena ada penyelesaian refocusing dari sisi pendapatan, seperti pada sektor pendapatan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) turun dari Rp 864.469.690.000 menjadi Rp 650.047.370.000, kemudian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) target awal Rp 233.245.616.000, namun realisasinya turun sebesar Rp150.630.163.811.

Iklan Ramadan BPN

“Karena ada kegiatan-kegiatan yang dibatalkan. Artinya kegiatan pembangunan kita tertunda. Demikian juga dana transfer provinsi yang tertunda sampai triwulan III ini, ketika realisasi pendapatan atau dana perimbangan tertunda, maka berdampak dari sisi belanja langsung, akibat rasionalisasi dari Peraturan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri,” jelas Ramadan.

Akibatnya banyak kegiatan fisik yang mestinya dilaksanakan tertunda, meski demikian pada triwulan ke III ini dari sisi penyerapan anggaran sampai tanggal 31 Agustus 2020 dari Kabupaten dan Kota, Kotim masih diperingkat pertama dari segi penyerapan.

“Saat ini hotel telah buka dan pajak hotel sudah masuk, dan harapan kita kebijakan ekonomi ini berjalan walaupun kondisi kita dari awal darurat sampai sekarang. Artinya kegiatan kita dari Pemda dan kegiatan yang dilaksanakan ekonomi masyarakat ini bersinergi antara kebijakan penanganan covid dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan masyarakat taat menerapkan protokol kekehatan ekonomi masih bisa berjalan,” pungkasnya. (Ilham-BS)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.