Ultimate magazine theme for WordPress.
Satpol PP

Oknum Kades dan Stafnya Cabuli ABG Hingga Hamil Lima Bulan

0 215
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM – Oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Katingan, Hen (47) beserta dua orang perangkatnya Alw (39) dan Nik (24) diduga mencabuli seorang perempuan yang masih dibawah umur sebanyak delapan kali.

Kades dan perangkatnya yang kini ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolres Katingan atas dugaan pencabulan terhadap Bunga (17) (bukan nama sebenarnya.red) sejak bulan Juli 2019 hingga Mei 2020.

“Para tersangka merupakan kepala desa dan perangkat Desa. Korban berusia 17 tahun, siswi salah satu sekolah menengan atas di Kecamatan Tewang Sangalang Garing,” ungkap Kapolres AKBP Andri Siswan Ansyah, melalui Kasat Reskrim Iptu Adhi Heriyanto, dalam rilis yang disampaikan kepada beritasampit.co.id (goup Intimnews.com) Rabu 8 Juli 2020.

Iklan Tengah Berita KPU

Dijelaskan, berdasarkan keterangan dari korban, pencabulan ini terjadi ditempat berbeda, mulai dari Perumahan Guru, Perumahan BTN Kasongan Baru, Lokasi tambang emas Talian Kereng, di semak kebun Desa, di Rumah Kades bahkan Dikantor Desa Tewang Manyangen.

Kasat Reskrim menjelaskan, tersangka Nik (24) tiga kali melakukan pencabulan di Perumahan Guru, BTN Kasongan Baru dan Tambang emas Desa Talian Kereng, Kecamatan Katingan Hilir. Tersangka memaksa walaupun korban melawan, karena tidak berdaya dan dibawah tekanan sehingga terjadi pencabulan itu.

Tersangka Alw (39) mencabuli satu kali terhadap korban di ladang atau kebun. Saat masa tanam padi korban dibujuk untuk diantar pulang. Namun di tengah jalan tersangka berhenti dan mendorong korban hingga jatuh ke semak atau rerumputan. Korban melawan, namun tersangka mengancam untuk tidak membicarakan ke orang lain.

Sedangkan tersangka Hen (47) melakukan pencabulan sebanyak empat kali. Saat ada hajatan dan korban diminta untuk ke rumah Kepala Desa, di sana tersangka mengikuti korban. Sesampai di rumah, tersangka menarik tangan korban dan memaksa untuk berhubungan layaknya suami istri.

Kemudian juga tersangka menyetubuhi korban dengan memaksa dan mengancam korban di kantor Desa, saat hendak mem fotocopy KTP orang tuanya. Saat itu korban dipaksa dan dibawa ke dapur kantor desa hingga disetubuhi.

“Para Tersangka dalam melakukan aksinya selalu mengancam korban. Kami mengamankan tersangka Hen dan Alw, Selasa (7/7) malam sedangkan Nik, Rabu (8/7) dini hari. Dari ketiga tersangka berbeda banyaknya telah melakukan persetubuhan, hingga hasil pemeriksaan dokter, korban dalam keadaan hamil sekitar 5 bulan,” tandasnya.

Saat ini para tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Katingan untuk proses lebih lanjut. Akibat perbuatanya para tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1) Undang – undang RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Menjadi Undang-Undang. “Ancamanya minimal dua tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.
(Annas)

Iklan Tengah Berita KPU

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.