Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Nurhidayah Warning Kades: Jangan Main-main dengan Dana Desa

0 577
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Seorang oknum mantan kepala desa (kades) di desa Natai Kerbau, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat berinisial SWR ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kotawaringin Barat. SWR terjerat dugaan korupsi dana desa dengan total kerugian negara mencapai Rp 345.485.000 juta.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah memberi peringatan kepada semua kepala desa untuk hati-hati menggunakan dana pemerintah, Kamis (26/11/2020).

Seruan itu disampaikan Nurhidayah menyusul pengungkapan kasus dugaan korupsi dana desa yang dilakukan seorang oknum mantan kades yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Itu juga harus juga kehati-hatian. Jadi kepala desa supaya tidak ceroboh karena satu rupiah pun, uang negara itu pasti terpantau. Jadi jangan bermain-main soal dana seperti itu,” kata Nurhidayah usai memberikan bantuan alat pemadam kebakaran di Kelurahan Mendawai.

Agar tindakan korupsi tersebut tidak terulang, Pemerintah Kabupaten Kobar kata Nurhidayah, akan membuat tim khusus untuk memantau semua desa di Kabupaten Kotawaringin Barat, pantauan ini khusus bagi kades-kades yang masih menjabat maupun yang sudah tidak menjabat kades lagi.

Informasi yang dihimpun intimnews, oknum mantan kepala desa yang terlibat kasus dugaan korupsi dana desa sebesar Rp Rp 345.485.000 juta berinisial SWR. Yang bersangkutan merupakan mantan kepala desa Natai Kerbau, Kecamatan Pangkalan Banteng.

Kepada penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kobar, SWR mengaku uang tersebut untuk kebutuhan pribadi. SWR kini mendekam di rutan Polres Kotawaringin Barat untuk penyidikan lebih lanjut.

“Kami berharap ini menjadi pelajaran bagi para kepala desa maupun perangkat desa yang lainnya dan kita berharap ini menjadi perhatian, sekecil apapun uang desa pasti akan ketahuan juga”, imbuh Nurhidyah. (Yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.