Ultimate magazine theme for WordPress.

Mukhtarudin: Pemerintah Optimis Holding BUMN Bisa Bikin PNM-Pegadaian Moncer

0 30
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Anggota DPR RI Mukhtarudin optimistis kapasitas dan peluang perkembangan usaha PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) bakal semakin bertumbuh.

Menurut Anggota DPR RI Komisi Vl dari Fraksi Golkar ini, apabila rencana integrasi BUMN untuk ultramikro yang direncanakan pemerintah terwujud, pada tahun 2021 ini. Pertumbuhan bisnis PNM dan Penggadaian akan semakin pesat.

Karena kedua perusahaan itu, Lanjut Mukhtarudin, tak akan lagi mengalami masalah keuangan untuk melakukan ekspansi.

Iklan Ramadan BPN

“Sesuai rencana, pemerintah hendak membentuk sinergi BUMN untuk ultra mikro yang melibatkan PNM, Pegadaian, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,” kata Mukhtarudin kepada media ini via WhatsApp.

Sinergi ini akan menaikkan kapasitas PNM dan Pegadaian yang selama ini mau ekspansi tapi terhambat dari kapasitas keuangan.

Di samping itu, kantor-kantor cabang Pegadaian dan PNM juga bisa semakin terbuka untuk bisa menumpang di kantor-kantor BRI yang ada, ujung-ujungnyanya kembali bisa menguntungkan ultra mikro.

“Sinergi ini akan menaikkan kapasitas PNM dan Pegadaian yang selama ini mau ekspansi tapi terhambat dari kapasitas keuangan,” terang Mukhtarudin.

Politikus Golkar dari Dapil Kalimantan Tengah ini menyebutkan, keuntungan dari adanya sinergi juga akan dirasakan pihak BRI itu sendiri.

Menurutnya, peluang BRI untuk memperluas layanan perbankan hingga menyentuh pelaku ultramikro akan semakin terbuka.

Mukhtarudin optimis sinergi ketiga BUMN ini pada akhirnya dapat membuat lebih banyak lagi pelaku usaha ultramikro yang terlayani oleh lembaga perbankan. “Saat ini, berdasarkan data pemerintah, jumlah pelaku UMKM di Indonesia telah mencapai 57 juta,” jelas Mukhtarudin.

Dari jumlah tersebut, baru 15 juta pelaku UMKM yang kini sudah mendapat layanan keuangan dari lembaga formal (bank, tekfin, perusahaan gadai). “Prinsipnya saya mendukung kebijakan ini karena tujuannya baik sekali untuk UMKM,” terangnya.

Dengan cara penggabungan ini, maka akan ada lebih 25 juta pelaku usaha ultramikro yang selama ini tidak terlayani layanan perbankan dan dilayani oleh tengkulak, akan bisa dilayani oleh penggabungan tiga BUMN ini.

“Tentu kami akan tetap akan melakukan pengawasan dan agar dilakukan evaluasi secara berkala penerapan kebijakan ini,” tuturnya.

Terang Mukhtarudin bahwa Menteri BUMN Erick Thohir telah mengatakan pembentukan sinergi BUMN untuk ultramikro menjadi bagian dari tiga program prioritas pemerintah yakni Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh.

Pemerintah memastikan integrasi ekosistem BUMN ini untuk pengembangan usaha ultramikro untuk menjadi salah satu program Indonesia Bekerja, imbuhnya.

Sebagai pembuktian keberpihakan negara terhadap upaya pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Rencananya, integrasi ekosistem BUMN untuk ultramikro ini akan ditargetkan pada 2021. (yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.