Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Mukhtarudin Bicara Nataru, Pandemi Covid-19 dan Ancaman Laka

0 89
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS, PANGKALAN BUN – Di pengujung Desember 2020 ini, seluruh umat Kristiani akan melaksanakan perayaan Natal, dan seminggu berikutnya akan menyambut datangnya tahun baru 2021. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dihadapkan pada pandemi Covid-19 dan juga potensi ancaman kecelakaan.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, H Mukhtarudin. Ia menekankan kepada seluruh pemangku kepentingan, agar dapat mengantisipasi dengan sebaik-baiknya ancaman meningkatnya kasus pandemi Covid-19 dan juga potensi laka darat, laut, dan udara, Jumat (25/12/2020).

“Saya kira semua stake holder sudah menyiapkaannya secara baik. Termasuk juga menyangkut hal-hal yang tidak bisa diprediksi seperti (potensi laka darat, laut, maupun udara),” kata politikus Fraksi Partai Golkar itu.

Mukhtarudin juga meminta agar dipersiapkan tindakan-tidakan preventif agar risiko kenaikan Covid-19 dan laka bisa ditekan. Ia melanjutkan, protokol kesehatan saat ini sudah menjadi standar operasional prosedur (SOP)

Lanjut Mukhtarudin, yang utama dan harus ditegakkan tanpa pandang bulu baik itu di terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata maupun tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Dirinya menilai, meskipun ada lonjakan penumpang, namun persentasenya tidak akan sebesar tahun 2019 atau saat sebelum pandemi. Dan itu tetap harus diantisipasi.

Politisi dapil Kalimantan Tengah ini berpendapat, salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kerumunan adalah dengan mengoptimalkan penjualan tiket secara online. Ia meminta agar infrastruktur pendukung penjualan tiket secara online bisa optimal dalam pelaksanaannya.

Kemudian terkait antisipasi laka sebagai dampak kecelakaan, ia meminta kepada para stake holder terkait agar menempatkan posko-posko yang berdekatan dengan daerah rawan laka. Sehingga mempermudah akses dalam memberikan bantuan jika terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan.

“Supaya disesuaikan di titik-titik yang ada kejadian-kejadian laka, supaya mereka menggeser posko-posko mendekat ke daerah yang rawan kecelakaan,” pungkasnya. (yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.