Intim News
Portal Berita Politik & Ekonomi Terpercaya

Meresahkan, Warga Buru Buaya di Sungai Kumai Kobar

0 43

INTIMNEWS, PANGKALAN BUN – Kemunculan buaya yang semakin sering di Sungai Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat meresahkan warga yang bermukim di bantaran sungai.

Kekhawatiran masyarakat setempat sangat beralasan. Pasalnya di sungai yang tidak jauh dari tempat buaya-buaya tersebut berjemur anak-anak kerap bermain dan berenang. Bahkan banyak aktivitas masyarakat menangkap ikan di tempat tersebut.

Beberapa hari lalu, warga sempat memantau keberadaan buaya tersebut dengan menggunakan speedboat. Hal itu untuk mengetahui titik-titik tempat buaya muncul untuk berjemur.

Warga turun menyisir tepian hutan bakau dan hutan nipah yang airnya surut di sekitar pemukiman untuk menangkap buaya tersebut menggunakan alat-alat sederhana. Risiko tersebut harus diambil guna keamanan masyarakat dan anak-anak mereka.

Salah seorang warga desa Sungai Kapitan RT 2, Kecamatan Kumai, Ujang mengatakan, ia bersama beberapa warga sudah melakukan penyisiran untuk memburu buaya-buaya tersebut. n
Namun karena cuaca sangat buruk perburuan ini belum membuahkan hasil.

“Saya bersama teman-teman barusan menyisir di daerah lokasi timbulnya buaya kemarin, karena kami sangat mengkhawatirkannya takut masuk ke daerah Sungai Kapitan, hari ini kita lanjutkan lagi pencarian buaya tersebut”, imbuhnya.

Iklan Duka Cita

Ia mengungkapkan, di Desa Sungai Kapitan, khususnya di daerah aliran sungainya banyak sekali anak-anak yang bermain sambil mandi di sungai, bila dalam penyisiran bertemu dengan buaya tersebut akan ditangkap hidup-hidup.

Ia menyebut buaya yang kerap muncul ada tiga ekor. Terutama di seputaran Pos AL Kumai, besar buaya tersebut ada yang berukuran 3 meter dan 4 meter lebih, jenis buaya muara.

Ia merasa bingung, walaupun di tempat tersebut banyak aktivitas manusia buaya-buaya tersebut tidak mau menjauh, ia menduga di tempat tersebut ada sarangnya.

“Sejauh ini memang belum ada tanda-tanda ada sarangnya, tapi kalau bekas jalan dia mondar mandir di lumpur itu ada tandanya,” terangnya.

Untuk diketahui, bahwa hingga sore kemarin belasan warga masih menyisir pinggiran Sungai Kumai hingga ke Pertamina untuk memburu buaya-buaya tersebut.

Sementara itu BKSDA SKW II Pangkalan Bun juga telah memasangan papan pengumuman dan larangan untuk mandi dan membuang sampah serta bangkai binatang ke Sungai Kapitan.(yus)

Leave A Reply

Your email address will not be published.