Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati
Satpol PP

Menggali Potensi Milenial dari Gaya Hidup

0 135
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pola pikir milenial bisa dibilang berbeda dari pola pikir generasi sebelumnya. Hal ini karena perkembangan teknologi yang berpengaruh pada perubahan gaya hidup. Milenial memandang pekerjaan dari sudut yang berbeda.

Demikian diutarakan Fajar, milenial yang juga putra dari Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah. Kata dia, pola pikir milenial berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.

“Milenial tidak ingin terikat dengan waktu. Pola pikir milenial mendorong generasi ini untuk tidak terikat dengan waktu. Mereka tidak ingin menghabiskan sebagian hidup mereka hanya untuk bekerja” katanya.

Iklan Tengah Berita KPU

Pola membosankan durasi waktu bekerja yang terbilang lama, membuat kebanyakan milenial tidak betah berlama-lama di pekerjaannya. Ini bisa ditunjukkan dengan banyaknya milenial yang gonta-ganti tempat kerja karena alasan ini.

Sebenarnya generasi milenial hanya ingin orang-orang memandang mereka dari hasil kerja. Dibanding durasi menghabiskan waktu di ruang kerjanya.

Akan tetapi, generasi sebelumnya menganggap durasi waktu yang dihabiskan di tempat kerjanya merupakan sebuah bentuk loyalitas. Yang dimana hal ini dianggap membosankan untuk pola pikir milenial.

Untuk itu tidak heran jika sebagian dari orang-orang dari generasi sebelumnya menganggap milenial tidak loyal dan terkesan ingin buru-buru pulang dari tempat ia bekerja. Padahal milenial hanya ingin menghabiskan waktu seharian mereka dengan hal lain dibanding harus terus diam di tempat kerjanya padahal tidak ada pekerjaan lagi yang harus dilakukan.

Ingin lebih diperhatikan dan dihargai oleh atasan, misalnya sebut Fajar, kata-kata itu tidak usah dibeli, perumpamaan tersebut sepertinya sangat cocok ditujukan generasi milenial pada atasan mereka.

“Milenial akan lebih senang dan betah bekerja di sebuah perusahaan bila pekerjaan mereka lebih dihargai dan diperhatikan oleh atasannya,” kata Fajar.

Hal ini karena pola pikir milenial mendorong mereka untuk mendapatkan feedback yang lebih banyak dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka ingin mendapat pengakuan dari atasan sehingga tidak heran jika beberapa dari milenial cenderung mencari perhatian.

Milenial Bintang Fajar, ikut dalam program Abdul Rasyid AS, meski notabenenya masih keluarganya, trik dan nasehat Abdul Rasyid menggugah hati para milenial,

“Alhamdulillah mereka termotivasi untuk terus belajar dan meraih kesuksesan, seperti apa yang telah dipelajari dari Abdul Rasyid,” imbuh Fajar. (Yus)

Iklan Tengah Berita KPU

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.