Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Menanti Sungai Arut Jadi Wisata Kuliner di 2022, ini Kata PUPR Kobar

0 203
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berkomitmen mewujudkan kota sehat dengan mensterilan Sungai Arut. Sungai Arut diproyeksi menjadi objek wisata kuliner dan susur sungai di 2022.

Progam nol jamban tersebut akan dimulai pada awal tahun 2021 diawali dengan penandatangan kesepakatan bersama pihak terkait. Rencananya untuk mendukung program tersebut, akan dijadikan wisata kuliner yang berada di tepian Sungai Arut.

“Sehingga pada tahun 2021 ditargetkan Sungai Arut steril dari jamban,” kata Kepala Dinas PUPR Juni Gultom, Jumat (4/12/2020).

Nanti Jamban di sungai akan berubah fungsi menjadi sesuatu yang luar biasa. Bisa menjadi kuliner wisata dan bisa menjadi tempat wisata keluarga.

“Saat ini kita mendapatkan apresiasi dari pemerintah provinsi dengan membangun Waterfront City,” ucap Juni Gultom.

Lanjut Juni Gultom, kemudian dalam rangka itu juga pemkab akan membangunkan jamban keluarga di pinggiran sungai dan tahun ini kita sudah bangun 200. Tahun depan 200 dan pada saatnya pada tahun 2022, Sungai Arut akan terbebas dari jamban.

“Maka dari itu diharapkan kerjasama dari semua pihak, khususnya masyarakat yang ada di bantaran sungai Arut,” ujar Juni Gultom.

Menurutnya, tidak mudah untuk merealisasikan program nol jamban. Pasalnya jamban berada di tepi Sungai Arut sudah ada. Dari sejak dahulu menjadi bagian kerarifan lokal masyarakat setempat untuk buang hajat, mandi dan sebagai tempat menunggu kelotok saat ingin menyeberang sungai.

“Memang tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat, tetapi pelan-pelan kita mulai menanamkan budaya hidup sehat,” harapnya.

Untuk mendukung program nol jamban di Sungai Arut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas PUPR akan memberikan hibah sebanyak 1.000 unit jamban komunal untuk masyarakat.

Jamban tersebut nantinya akan dibagi ke sejumlah wilayah, yaitu warga bantaran sungai Arut, termasuk Kelurahan Baru, Kelurahan Raja, Kelurahan Raja Seberang, Kelurahan Mendawai dan Kelurahan Mendawai Seberang.

“Sebanyak 300 unit untuk warga tepian Sungai Arut dan 700 unit jamban untuk warga yang bermukim di darat dan belum mempunyai jamban,” pungkasnya. (Yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.