Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Libur Nataru, Tak Ada Penumpukan Penumpang di Pelabuhan Panglima Utar

0 28
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS, PANGKALAN BUN – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai menyebutkan tak ada penumpungan penumbang di pelabuhan hingga Sabtu, 27 Desember 2020. Pelaksanaan monitoring angkutan laut Natal pun tercatat aman dan terkendali.

Hal ini disampaikan oleh Kepala KSOP Kumai Wahyu Prihanto.

“Alhamdullilah sampai saat ini semua penumpang dapat terangkut dengan baik dan lancar, serta tidak ada penumpukan penumpang di pelabuhan,” katanya, Sabtu (27/12/2020).

Dari data realisasi kedatangan dan keberangkatan kapal di Pelabuhan Kumai angkutan laut Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 mulai tanggal 18 sampai tanggal 26 Desember 2020, penumpang datang dan pergi baru sekitar 2.655. Artinya tidak ada peningkatan penumpang dan seperti hari biasa.

Sebagai informasi, dalam rangka memantau angkutan laut Natal dan Tahun Baru 2021, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah membentuk Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2021 bertempat di depan Pelabuhan Panglima Utar.

Sementara itu, untuk memastikan perjalanan orang dengan moda transportasi laut berjalan dengan selamat dan sehat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: SE 21 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dengan Transportasi Laut Selama masa Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Selalu patuhi protokol kesehatan dengan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19. Pemerintah mengimbau untuk tidak berpergian di Natal dan Tahun Baru 2021 antar kota atau pulau jika tidak ada keperluan yang mendesak. Jika harus berpergian dengan kapal laut, patuhi aturan yang tertuang dalam SE 21/2020 untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” jelas Wahyu.

Terkait dengan adanya cuaca ekstrem akhir-akhir ini, Wahyu juga mengingatkan nakhoda kapal untuk selalu memperhatikan laporan cuaca dari BMKG dan maklumat pelayaran yang dikeluarkan Ditjen Perhubungan Laut.

“Utamakan keselamatan pelayaran, pantau laporan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG sebelum berlayar. Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Capt Wahyu Prihanto. (yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.