Ultimate magazine theme for WordPress.
Satpol PP

Khairil Anwar Sebut E Marcon Kelewatan

0 53
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Aksi protes masyarakat dunia termasuk kaum muslimin di Indonesia terhadap pernyataan Perdana Menteri (PM) Prancis Emanuel Macron ditanggapi oleh Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kalimantan Tengah, H Khairil Anwar.

Menurut Khairil, aksi protes dan boikot produk prancis sebagau buah dari sikap petinggi negeri menara Eifel tersebut dianggap telah melewati batas kebebasan sehingga menyinggung perasaan umat islam.

“Mereka (PM Prancis) menanggap karikatur Nabi Muhammad SAW ini sebagai bagian dari kebebasan berpendapat di negerinya. Tetapi tidak di negara lain, termasuk di Indonesia. Bagi kita itu kebebasan yang tidak ada batasnya atau kelewatan,” terang Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Khairil Anwar, Selasa (3/11/2020).

Iklan Tengah Berita KPU

Khairil yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya menejelaskan, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang tidak boleh digambarkan dengan media apapun. Pasalnya, tidak akan pernah bisa karya manusia yang bisa merupakan beliau sebagaimana aslinya.

Dia melanjutkan, dalam Islam, penganutnya dituntun untuk cinta, hormat, dan membela terhadap Nabi Muhammad sebagai Rasul atau utusan Allah SWT. Karena itu, sikap Macron secara refleks memantik protes dari umat. “Macron tidak mengetahui bagaimana sebenarnya ajaran Islam. Apa yang Dia anggap kebebasan, bagi umat Islam tetap harus ada batasannya,” tandasnya.

Menurut Khairil, apa yang ditunjukkan Perdana Menteri Prancis itu memang patut untuk diingatkan. Caranya baik dengan penyampaian pendapat secara terbuka maupun pemboikotan produk Prancis seperti yang kini banyak dilakukan masyarakat muslim di berbagai negara.

“Saya setuju dengan langkah boikot ini. Hal tersebut merupakan bentuk teguran agar pihak-pihak yang melecehkan ajaran Islam ini tidak lagi mengulangnya di kemudian waktu,” kata Khairil.

Iklan Tengah Berita KPU

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.