Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua KNPI Kalteng: Mau Maju? Pemuda Harus Miliki Enam Kriteria

0 73
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Era globalisasi seperti sekarang ini, peluang pemuda untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Negara semakin terbuka. Untuk itu pemuda dituntut memiliki enam kriteria diantaranya adalah kritis, mindset positif, bertindak secara nyata, terbuka terhadap hal-hal baru, memiliki integritas tinggi, serta berani untuk memulai.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indoneisa (KNPI) Provinsi Kalimantan Tenggah (Kalteng), Rahmad Handoko, dalam rilisnya kepda intimnews.com, 27 Oktober 2020, menjelaskan bahwa tantangan saat ini yakni pemuda Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan pemuda yang ada diseluruh pelosok tanah air.

Kata Handoko, sapaan akrab Rahmad Handoko bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksikan Indonesia akan mengalami bonus demografi dimulai dari tahun 2020 dan puncaknya pada tahun 2030. Kondisi ini dianggap sangat menguntungkan Indonesia karena jumlah usia produktif akan lebih banyak dibandingkan usia non-produktif.

Iklan Ramadan BPN

“Pada tahun 2030, jumlah penduduk usia produktif akan mencapai 64%. Jumlah ini merupakan jumlah tertinggi di sepanjang sejarah. Oleh karena itu, kondisi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Indonesia khususnya pemuda,” ungkap Rahmad Handoko.

Lebih lanjut Rahmad Handoko mejelaskan bahwa dengan melihat fakta bahwa antara tahun 2020-2030, Indonesia juga mempunyai target untuk sukses dalam mencapai program Sustainable Development Goals (SDGs).

“Dapat ditarik kesimpulan bahwa Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi tersebut untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Menurut data statistik tahun 2018, dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa, sebagian besar adalah usia produktif,” terangnya.

“Hal ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia dengan sebaik mungkin. Penduduk usia produktif harus mampu untuk berkontribusi penuh dalam memajukan Indonesia dan khususnya di daerah,” lanjut mantan kativis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Dirinyapun menambahkan, sebagai generasi penerus bangsa ini pemuda harus menjadi generasi pencipta. “Indonesia khusunya di Kalteng masih memiliki waktu sekitar 10 tahun lagi untuk mengoptimalkan peran dari para pemudanya. Waktu tersebut sangatlah singkat jika tidak ada kontribusi nyata dari pemerintah. Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah harus mampu menyakinkan para pemuda Indonesia bahwa aspirasi, peran, dan kontribusi merekalah yang mampu mendorong Indonesia agar mampu mencapai target SDGs di tahun 2030 nanti,” tutupnya. (Amalul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.