Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Ketua DPRD Kotim Ingatkan PBS Soal Karir Warga Lokal: Jangan Cuma Jadi Buruh

0 133
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Dra Rinie, meminta agar semua pihak yang memiliki perusahaan baik itu skala kecil dan besar bisa ikut serta program pemerintah daerah menekan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Pihaknya mengakui peran sektor swasta ini sangat besar dalam menunjang suksesnya rencana menekan pengangguran dan kemiskinan di daerah.

“ Besar harapan kepada semua pihak perusahaan bisa bersama dengan pemerintah untuk menekan pengangguran dan kemiskinan di daerah ini, salah satunya perusahaan didorong mebuka kesempatan kepada tenaga kerja lokal untuk berkarir di perusahaan,“ kata ketua DPRD Kotim Dra Rinie.

Menurut Rinie hal itu juga bisa dikatakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal dalam bentuk mempekerjakan masyarakat di perusahaan yang bersangkutan atau dalam bentuk lainnya.

Hal tersebut diharapkan akan dapat menjalin hubungan yang baik dan menciptakan kenyamanan investasi serta untuk membantu masyarakat setempat untuk meningkatkan tarif hidupnya.

“ Kami (DPRD) meminta kepada perusahaan besar swasta supaya memberdayakan atau mempekerjakan masyarakat lokal,” katanya Rinie.

Selain itu ketua DPRD Kotim juga mengatakan bahwa selama ini PBS kebanyakan menggunakan sistem outsourching (kontrak kerja) dengan pihak ketiga, sehingga masyarakat sekitar kesulitan masuk untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang bersangkutan dan perusahaan selama ini kebanyakan merekrut tenaga kerja yang bukan dari masyarakat sekitar.

“Padahal Outsourching ini dianggap merugikan karyawan juga, karena dia bekerja melewati pihak lain, saya juga harap supaya masyarakat lokal yang punya SDM yang mampu dibidangnya supaya diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan jangan hanya jadi kacung di daerah sendiri,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun banyak warga lokal hanya jadi buruh saja dan setinggi-tinggi nya hanya diberi jabatan sebagai mandor.  Itu contoh di kebun sawit sementara orang yang bukan putra daerah justru dengan mudah bisa menduduki jabatan asisten hingga manager dikebun.

” Saya harap hal-hal seperti ini bisa di perhatikan ke depannya supaya warga lokal yang memang mampu dan layak bisa di berikan kesempatan,” tutup Rinie. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.