Ultimate magazine theme for WordPress.

Jokowi Mau Divaksin Corona Pertama, Harusnya Gubernur-Bupati Juga Siap

0 37
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, MAKASSAR – Presiden Joko Widodo mengaku siap jika diminta menjadi orang pertama yang harus menjalani vaksinasi Corona. Kesiapan presiden ini dipuji, dan mestinya diikuti oleh para kepala daerah.

“Kalau kepala negara mau menjadi yang pertama, harusnya kepala daerah juga ikut. Jangan kepala negara divaksin tapi justru kepala daerah minta rakyat duluan,” ujar aktivis sosial Andi Tenri Farida, Kamis malam (17/12/2020).

Menurut Tenri, kepala daerah harus menunjukkan keteladanan. Kalau selama ini rakyat didorong patuh pada protokol kesehatan, sekarang saatnya para tokoh-tokoh politik dan pejabat negara menunjukkan komitmen pada pencegahan Corona.

“Caranya ya itu tadi, harus mau divaksin pertama. Baru setelah itu rakyat nyusul. Jangan rakyat yang didorong-dorong terus,” ketus Tenri.

Tenri menjelaskan, ini bukan sekadar keteladanan. Tapi juga risiko buruk vaksin. Vaksin Corona yang akan disuntikkan ini belum 100% dijamin keamanannya.

Hasil uji klinis di beberapa negera sebut Tenri, menunjukkan masih adanya efek samping yang bisa muncul pascavaksinasi. Karena kondisi ini, maka risiko harusnya berani ditanggung lebih dulu oleh para penguasa. Bukan rakyat.

“Kita kan tahu vaksin Corona itu dikebut agar bisa kelar tahun ini. Mulai dari penelitiannya, uji klinisnya sampai penyebarannya itu dikebut. Hampir tidak ada vaksin yang bisa rampung hanya dalam tempo kurang dari setahun. Tapi vaksin Corona malah kelar dalam 8 bulan,” papar Tenri.

Kata Tenri tidak heran jika ada risiko besar yang mengikutinya. Sebab semua dilakukan serba terburu buru. Dan pejabat serta tokoh-tokoh politik paham risiko itu. Makanya tak ada yang berani menawarkan diri divaksin pertama karena mereka sadar konsekuensi mediknya.

“Mereka tahu jadi yang pertama sama halnya jadi kelinci percobaan. Makanya nda ada yang bersedia. Rakyat yang didorong lebih awal,” katanya.

Seharusnya kata Tenri, dalam hal kesejahteraan tradisi sepeti ini juga berlaku bagi pejabat publik. Mereka bersedia di belakang dan mendahulukan rakyat.

“Inikan tidak. Pejabatnya kenyang duluan. Rakyatnya belakangan. Tapi kalau vaksin ya rakyat dulu. Pejabat nanti,” imbuh Tenri.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Presiden Joko Widodo bersedia menjalani vaksinasi Corona bersama-sama dengan masyarakat. Ia menyebut vaksin yang didatangkan tetap memprioritaskan kelompok rentan.

“Presiden mau disuntik beramai ramai dengan rakyat. Jangan buruk sangkalah sma presiden. Vaksin Corona ini demi kebaikan rakyat,” ujar Luhut.

Menurut Luhut, masyarakat tidak boleh berpandangan negatif terhadap presiden.
Pemerintah memprioritaskan masyarakat terlebih dahulu untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Ini karena saat ini jumlah vaksin masih sangat terbatas.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya siap menjadi orang yang pertama disuntik vaksin Covid-19.
Namun, hal itu akan dilakukannya apabila ada keputusan dari tim kesehatan.

Setelah vaksin Covid-19 ditemukan, Jokowi meminta agar tak ada polemik jika keputusan tim kesehatan mengharuskan Kepala Negara disuntik vaksin pertama kali sebelum masyarakat. Sayangnya komitmen seperti itu tak dilontarkan kepala daerah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.