Ultimate magazine theme for WordPress.

Jokowi Khawatir Corona Memburuk, DKI dan Jateng tak Terkendali

0 39
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengingatkan Gubernur DKI dan Jawa Tengah agar memberi perhatian pada kasus Corona aktif yang naik sangat mengkhawatirkan dalam dua pekan. DKI dan Jateng dinilai mencatat penambahan kasus yang tidak wajar.

“Saya ingatkan bahwa ada 2 provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini, dalam 2-3 hari ini peningkatannya sangat drastis sekali yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Kenapa peningkatannya begitu sangat drastis. Hati-hati,” kata Jokowi
melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

Jokowi menyebut penanganan virus Corona baru dalam dua pekan naik sangat signifikan. Ia meminta kepala daerah segera melakukan evaluasi agar bisa diambil langkah penanganan yang cepat dan afektif.

Ia mengatakan, tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dengan memegang angka-angka kasus dengan tetap melihat indikator-indikator ekonomi.

Jokowi memberikan sorotan pada 2 provinsi yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Data pada Minggu (29/11) menunjukkan penambahan kasus harian Corona mencapai rekor tertinggi yaitu 6.267 sehingga angka kumulatifnya 534.266 kasus.

Penyumbang terbanyak yaitu Jawa Tengah dengan 2.036 kasus positif COVID-19. Menyusul kemudian DKI Jakarta dengan penambahan kasus positif COVID-19 1.431.

Selain itu Jokowi juga menyoroti kasus aktif COVID-19 di Indonesia yang menurutnya lebih buruk dibanding pekan sebelumnya. Jokowi meminta jajarannya untuk betul-betul melakukan kontrol yang benar agar peningkatan kasus ini bisa ditekan.

Berdasarkan data yang dierima kata Jokowi, 29 November, kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia. Tetapi ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu.

“Minggu yang lalu masih 12,78 sekarang 13,41. Tingkat kesembuhan juga sama, minggu yang lalu 84,03 sekarang menjadi 83,44 persen,” kata Jokowi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.