INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melakukan kunjungan kerja ke Terminal Bus AKAP W.A Gara yang terletak di Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar Km. 1, Rabu (29/5/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meninjau kondisi transportasi darat sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas angkutan barang, terutama yang berkaitan dengan hasil sumber daya alam (SDA).
Didampingi sejumlah pejabat terkait, Gubernur meninjau langsung aktivitas di terminal serta berdialog dengan petugas Dinas Perhubungan dan sopir angkutan. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan kekhawatiran atas masih maraknya pelanggaran oleh kendaraan angkutan barang di wilayah Kalteng, terutama di jalur Palangka Raya–Kuala Kurun.
“Selama perjalanan dari Palangka Raya ke arah Kuala Kurun, kita masih menemukan banyak kendaraan angkutan barang, terutama truk pengangkut hasil SDA, yang membawa muatan melebihi kapasitas maksimal jalan kelas III, yakni 8 ton,” ujar Gubernur Agustiar seperti dikutip dari laman MMC Kalteng.
Menurutnya, beberapa kendaraan bahkan terpantau membawa muatan hingga 16 ton, dua kali lipat dari batas yang diperbolehkan. Selain itu, sejumlah truk menggunakan pelat nomor luar daerah (non-KH) dan tidak memiliki kelengkapan dokumen uji KIR yang masih berlaku. Kondisi ini dinilai sangat merugikan daerah karena mempercepat kerusakan infrastruktur jalan yang seharusnya menjadi sarana vital mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Ini pelanggaran serius yang harus menjadi perhatian kita semua. Tidak hanya soal muatan, tapi juga kelengkapan administrasi kendaraan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” tegas Gubernur.
Gubernur juga menekankan bahwa pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam terhadap situasi ini. Ia meminta Dinas Perhubungan, kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memperketat pengawasan dan melakukan penindakan tegas terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan.
“Kalau perlu dilakukan penertiban bersama, gabungan lintas sektor, agar tidak ada lagi kendaraan yang seenaknya membawa muatan berlebih. Kita harus lindungi jalan kita yang dibangun dengan anggaran besar dari APBD dan APBN,” tandasnya.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan Gubernur untuk memastikan bahwa Terminal W.A Gara berfungsi optimal dalam mendukung kelancaran lalu lintas angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), serta sebagai titik kontrol kendaraan angkutan barang. Ia berharap terminal ini menjadi salah satu titik strategis dalam pengendalian arus transportasi di wilayah Kalteng.
Sebagai informasi, Pemprov Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan sistem pengawasan angkutan barang, termasuk melalui pengembangan infrastruktur jembatan timbang dan integrasi data kendaraan melalui sistem digital. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen mewujudkan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Penulis : Redha
Editor : Maulana Kawit