Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Gubernur Kalteng Minta Organisasi Dayak Tidak Pakai Mandau Saat Aksi

0 195
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meminta kepada seluruh organisasi atau lembaga adat dayak pada setiap wilayah di Kalteng agar tidak menggunakan lagi senjata khas dayak yaitu mandau dalam melakukan aksi.

Hal itu dimintanya saat sambutan pada acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) secara virtual. Menurutnya, senjata mandau tidak harus dibawa lagi pada saat acara tertentu, apalagi demonstrasi.

“Organisasi dayak tidak boleh lagi membawa mandau, kita hanya dengan senyum sudah bagus. Jangan sampai membuat orang luar daerah takut, karena kesannya bisa menakutkan orang yang akan datang ke Kalteng,” ungkapnya, Jum’at 26 Februari 2021.

Iklan Ramadan BPN

Namun di Kotim, hal demikian telah diatur dalam sebuah peraturan daerah tentang kelembagaan adat dayak sehingga diperbolehkan untuk membawa mandau bagi anggota kelembagaan adat dayak. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.