Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Empat Bulan Tambang Emas Tanpa Izin, Dua WNA Asal China Diciduk Polisi

0 38
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kotawaringin Barat mengamankan dua Warga Negara Asing (WNA) asal China yang viral melakukan penambangan emas tanpa ijin di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah dalam Press Release yang digelar Polres Kobar, Selasa (23/02/2021) di Halaman Polres Kotawaringin Barat.

Kedua WNA asal China tersebut bernama Yin Zhejun selaku koordinator dalam kegiatan pertambangan dan sementara Ciao Weiting selaku bagian operasional dalam kegiatan pertambangan telah ditetapkan tersangka.

Dalam Press relis Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah menyebutkan, penahanan tersangka diawali pada hari Senin Tanggal 8 Februari 2021 sekitar Jam 13.00 WIB dengan TKP di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalteng.

“Langsung saya turunkan penyidik unit Tipiter Sat Reskrim Polres Kotawaringin Barat yang dikomandoi langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Rendra Aditya dan berhasil mengamankan tersangka dua orang berjenis kelamin laki-laki dan berkewarganegaraan WNA tersebut,” kata Devy Firmansyah.

Devy Firmansyah menjelaskan kedua tersangka ini adalah pelaku yang melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin dengan komoditi emas yang sebelumnya videonya beredar di media sosial.

“Berdasarkan dari postingan video tersebut yang sudah viral kami melakukan penyelidikan dengan hasil penyelidikan dan akhirnya kita dapatkan dua tersangka tersebut,” kata AKBP Devy Firmansyah.

Kedua pelaku  ini melakukan aktivitas pertambangan ilegal di bidang komoditi emas dengan cara mengumpulkan material tambang yang diduga mengandung material emas. Diperkirakan pelaku melakukan aktivitas mulai di bulan November tahun 2020.

“Sebelum mereka bekerja disini mereka juga sebelumnya sudah melakukan survei terlebih dahulu,” jelas Devy.

Menurut Devy, penambang liar itu mengerjakan dengan cara mengumpulkan material tambang yang diduga mengandung material emas itu yang diperoleh dari sekitar lokasi tersebut, kemudian para tersangka ini melakukan proses tersebut dengan cara menyiramkan air ke material tambang yang sudah disimpan di kolam penampungan material tambang tersebut.

Kegiatan pertambangan liar yang tanpa ijin itu, para tersangka menggunakan alat berat berupa excavator dan bahan kimia berupa air raksa karbon kapur boraks semen putih dan etanol. Dan kesemua alat-alat tersebut sudah diamankan oleh Satreskrim Polres Kobar.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 158 Jo Pasal 35 UU RI Nomor 03 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI Nomor 04 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. (yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.