INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Suasana mencekam terjadi di Desa Mendawai Seberang, Rabu (30/7/2025), saat seekor orangutan jantan liar masuk ke area perkebunan sawit milik warga. Kejadian ini langsung mengundang perhatian masyarakat dan memicu respons cepat dari tim Seksi Konservasi Wilayah II (SKW2) Balai KSDA Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama tim dari Orangutan Foundation International (OFI).
Sekitar pukul 14.42 WIB, laporan diterima bahwa sang primata dilindungi itu telah berkeliaran di sekitar kebun selama hampir satu jam. Tim gabungan segera bergerak menuju lokasi. Setibanya pukul 15.55 WIB, mereka melakukan observasi dan menilai bahwa penyelamatan harus segera dilakukan untuk menghindari potensi konflik satwa-manusia.
Proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Orangutan yang kemudian diberi nama Sugiman itu memiliki tubuh besar dan sangat waspada terhadap kehadiran manusia. Lima kali tembakan bius terukur akhirnya berhasil melumpuhkannya secara aman, hingga pada pukul 16.50 WIB, Sugiman berhasil dievakuasi dari lokasi.

Menurut Kepala BKSDA Pangkalan Bun, Dendi Sutiadi, Sugiman merupakan orangutan jantan liar berusia sekitar 30 tahun dengan berat mencapai 80 kilogram. Secara fisik, kondisinya tergolong sehat, namun dari pemeriksaan serologi diketahui kadar hemoglobinnya sedikit di bawah standar. “Ini menjadi perhatian kami, namun secara keseluruhan Sugiman dalam kondisi baik,” ujar Dendi, Kamis (31/7), pagi.
Usai penyelamatan, Sugiman langsung dibawa ke kandang transit di SKW2 untuk pemulihan dan pemantauan lebih lanjut. Dendi menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi Sugiman, sebelum nanti ditentukan langkah rehabilitasi atau pelepasliaran ke habitat yang lebih aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan satwa liar, terutama orangutan yang statusnya sangat dilindungi. Balai KSDA Kalteng terus mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan satwa liar memasuki wilayah permukiman, agar penyelamatan dapat dilakukan secara profesional dan aman.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian