Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

DPRD Kotim Minta Pemkab Antisipasi Krisis Pangan di Tengah Pandemi

0 70
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, KOTIM – DPRD Kotawaringin Timur meminta pemerintah kabupaten mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi krisis pangan di tengah pandemi. Dinas teknis diharapkan punya skema baku dalam menjaga ketahanan pangan.

Demikian yang menjadi bahasan pada rapat anggaran Kotawaringin Timur 2021 yang berlangsung di kantor Bupati Kotim, Rabu 18 November 2020. Rapat dihadiri sejumlah dinas terkait dan beberapa fraksi DPRD.

“Ada beberapa pertanyaan kita lontarkan terkait ketahan pangan dan dijawab dengan singkat padat dan jelas, mudah dipahami,” kata Anggota DPRD Komisi II Fraksi PKB M Abadi.

Dari pantauan Intimnews.com selain dari Fraksi PKB hadir juga dari Fraksi Golkar dan PAN dalam rapat tersebut. Ada beberapa pesan yang disampaikan oleh anggota DPRD Komisi II mengenai ketahanan pangan di Kotawaringin Timur.

“Sesuai UU 18 tahun 2012 tentang pangan menyatakan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil merata dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan,” ungkap Abadi.

Salain itu Mariani anggota DPRD Fraksi Golkar meneruskan agar untuk penanggulangan stok beras jadi strategi dan menjadi suatu prioritas di Kotim. Mengingat kata dia, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Agar dinas ketahanan melaksankan fungsi dan menjadi leading sektor sehingga ketahanan di Kotim benar bisa terkelola dengan baik dan hasil petani dari semenjak pembukaan lahan hingga pengelolahan hasil pertanian semuanya di Kotim
Bukan justru gabah dijual ke luar kemudian baru berasnya kirim balik ke Kotim,” pungkas Abadi.

Dari pantauan awak media beberapa point dalam rapat anggaran tersebut menghasilkan rencana anggaran masing-masing dinas. Meliputi, Dinas Ketahanan Pangan dengan total anggaran Rp4,2 miliar, Dinas Pertanian Rp27 miliar, dan bagian sumber ekonomi dan sumberdaya alam sekda Kotim Rp1,2 miliar.

Namun untuk Dinas Pertanian masih dipending Rp1 miliar karena belim final dan menunggu rincian dari dinas terkait. Dari anggaran yang dirapatkan tersebut belum final dan akan di selesaikan saat kompilasi. (Adrianus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.