Ultimate magazine theme for WordPress.

Diklaim Tahan 15 Tahun, Baru Dua Tahun Proyek Penahan Ombak di Desa Keraya Sudah Rusak

0 116
WAROUENG SOELTAN PANJANG
INTIMNEWS, PANGKALAN BUN – Tanggul penahan ombak yang menggunakan teknologi geobag, yang pada saat itu digadang-gadang bisa bertahan hingga 15 tahun di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ternyata belum sampai dua tahun saat ini kondisinya sudah banyak yang robek, Rabu (24/2/2021).
Teknologi geobag berupa karung geosintetis tersebut hanya diisi dengan tanah atau pasir dan dijahit sehingga berbentuk seperti bantalan yang digunakan untuk proteksi pantai, dan baru berusia kurang lebih dua tahun sudah berlubang.
Iklan Ramadan BPN
Diketahui bahwa proyek proteksi pantai dengan teknologi geobag tersebut dikerjakan dengan memakan anggaran kurang lebih mencapai hampir 1 miliar rupiah.
Iklan Travel
Salah seorang warga RT 02, Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar Wawan menceritakan, dulu saat dibangun kontraktor proyek geobag tersebut sesumbar bahwa karung geosintetik tersebut bisa bertahan hingga belasan tahun, kurang lebih 15 tahun.
“Belum sampai yang disumbarkan, buktinya sekarang malah banyak yang robek dan berlubang di bagian tumpukan bawahnya sehingga pasirnya banyak yang tumpah dan tumpukan karungnya melorot. Akibat hantaman ombak khususnya yang berada di RT 01 dan 02 Desa Keraya, hingga masuk ke halaman warga,” ucapnya.
Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar, Juni Gultom saat di konfirmasi menyebutkan akan mengirimkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melihat secara langsung keluhan warga.
“Kalau saya lihat beberapa hari lalu masih terlihat bagus namun terlihat di bagian atasnya tidak terlihat dibagian bawahnya, kalau bagian bawah artinya hantaman gelombangnya keras sekali, besok akan kita kirim PPK untuk mengeceknya,” pungkasnya. (yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.