website murah
website murah
website murah
website murah

Dewan Sebut ODOL Jadi Ancaman Kerusakan Jalan Kotim

Anggota DPRD Kotim, Mariani. (ist)

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Kerusakan jalan di Kotawaringin Timur (Kotim) semakin parah akibat truk bermuatan berat atau over dimension over load (ODOL) yang masih melintas di kawasan perkotaan. Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Mariani, menilai beban berlebih kendaraan angkutan menjadi faktor utama jalan cepat rusak.

Mariani menjelaskan, kerusakan jalan memaksa pemerintah daerah mengeluarkan anggaran berulang kali untuk perbaikan. “Truk muatan berat ini yang menjadi penyebab jalan cepat rusak, anggaran habis hanya untuk pemeliharaan ataupun perbaikan,” ujarnya, Sabtu 18 Oktober 2025.

Politisi Golkar ini menekankan, pemerintah tidak boleh menunggu ada korban akibat jalan rusak sebelum melakukan perbaikan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, selain menjaga kondisi infrastruktur.

Sebagai langkah mitigasi, Bupati Kotim berencana memindahkan aktivitas bongkar muat logistik dari Pelabuhan Sampit ke Pelabuhan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Mariani menilai langkah ini bisa menekan frekuensi ODOL melintas di dalam kota sehingga memperpanjang umur jalan.

Namun, pemindahan aktivitas pelabuhan ini membutuhkan kesiapan infrastruktur yang memadai, mulai dari akses jalan hingga fasilitas bongkar muat di Pelabuhan Bagendang. Sinergi antarinstansi dinilai kunci agar rencana tersebut bisa terealisasi tanpa menimbulkan hambatan baru.

Mariani juga menyadari pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan efisiensi anggaran dari pusat. “Sesuai arahan presiden, kita mengalami efisiensi anggaran semua daerah se-Indonesia, fokus utama saat ini adalah pada infrastruktur dan pertanian,” kata dia.

Meski begitu, dia berharap infrastruktur tetap menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran daerah, agar kerusakan jalan akibat ODOL tidak menimbulkan beban lebih besar di masa mendatang.

Komisi IV DPRD Kotim berencana melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan ODOL. Langkah ini sekaligus menjadi peringatan kepada pengusaha angkutan logistik agar mematuhi regulasi muatan kendaraan.

Selain pengawasan, Mariani menyarankan adanya edukasi kepada masyarakat dan pengusaha agar memahami risiko ODOL bagi keselamatan dan biaya perawatan jalan.

Langkah koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan aparat terkait diharapkan bisa mempercepat realisasi pemindahan aktivitas pelabuhan, menekan kerusakan jalan, dan meningkatkan keselamatan warga kota.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan