Intim News
Portal Berita Politik & Ekonomi Terpercaya

Cara Mengenali Buzzer di Medsos dengan 3 Cek Ala Heru Hidayat

0 267
Iklan Idul Adha

INTIMNEWS.COM – Buzzer Media Sosial (Medsos) marak saat ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Heru Hidayat dalam rilisnya, 24  Agustus 2020. Dia mengatakan bahwa era informasi dan teknologi saat ini menjadikan kita harus bijak dan lebih waspada dalam bermedia sosial.

Pasalnya pengalaman dirinya yang sering kali mendapati akun di media sosial dengan tidak jelas identitasnya. Banyak yang ingin melakukan pertemanan dengannya, namun setelah melakukan cek terhadap akun tersebut ternyata tidak ada informasi identitas jelas ujar tokoh pemuda Kalteng ini.

Apalagi menurut mantan Anggota DPRD Kalteng ini, akun-akun tersebut memiliki kecenderungan dan tujuan yang kurang baik serta berpotensi terjadi provokatif atau ujaran kebencian. “Maka kita harus lebih berhati-hati dan disarankan agar tidak melakukan pertemanan dengan akun-akun yang demikian,” ujar Aktivis media sosial ini.

Menurut Heru, akun-akun di media sosial yang tidak mempunyai identitas jelas dan isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan maka dikelompokan sebagai akun Buzzer. “Buzzer lebih ke kelompok orang yang tidak jelas siapa identitasnya, lalu kemudian biasanya memiliki motif ideologis atau motif ekonomi di belakangnya, dan kemudian menyebarkan informasi,” ujar Heru.

Ketika masyarakat lebih hati-hati terhadap akun-akun di media sosial dengan sendirinya akun tanpa identitas jelas tersebut hanya bersifat tentatif dan sementara. Karenanya Heru mengajak kepada seluruh masyarakat di Kalimantan Tengah agar tidak membuat akun-akun tanpa identitas dan menggunakan media sosial secara bijak.

Berikut tips untuk mengetahui apakah akun-akun tersebut buzzer atau bukan. Yaitu minimal dengan 3 Cek, pertama Cek terlebih dahulu identitas akun tersebut apakah jelas nama, alamat, dan dikenal.

Iklan Duka Cita

Kedua cek isi status yang ada pada akun tersebut, apakah isi statusnya baik dan mengedukasi atau justru tidak baik. Ketiga cek sejak kapan akun tersebut dibuat dan siapa saja pertemanan yang ada.

Apalagi kita akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 9 Desember 2020. Heru menyarankan agar semua pihak untuk bersaing secara sehat dan menggunakan media sosial secara bijak serta bertanggungjawab.

“Mari kita terus menjaga situasi dan kondisi Provinsi Kalimantan Tengah agar tetap aman dan damai, menghindari potensi kekerasan, anarkis dan teror yang bisa mengganggu masyarakat dan agenda demokrasi yaitu Pemilihan Kepala Daerah,” ujar Heru.(rls)

Leave A Reply

Your email address will not be published.