INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dunia pendidikan Kalimantan Tengah menorehkan prestasi membanggakan di tahun 2025. Berdasarkan data resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kalimantan Tengah berhasil naik kategori dalam Rapor Pendidikan pada indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Peningkatan signifikan ini menandai kemajuan pesat layanan pendidikan di daerah, khususnya pada jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi. Capaian ini menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan rasa syukur atas hasil ini. Ia menyebut bahwa perjuangan seluruh insan pendidikan patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi untuk terus maju.
“Alhamdulillah, tahun 2025 kita sudah naik kategori dari sebelumnya masih berada di level rintangan tuntas muda dengan skor antara 60 hingga 69. Sekarang kita sudah mencapai kategori tuntas pertama dengan angka 71,35,” ungkap Reza saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/5/2025).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan datang tiba-tiba, melainkan buah dari kerja keras bersama yang dilakukan secara konsisten oleh sekolah, guru, kepala sekolah, hingga pengawas. Sinergi itu menjadi kekuatan utama Kalimantan Tengah dalam membenahi sistem pendidikan.
Namun demikian, Reza juga mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh pihak terlena. Menurutnya, prestasi ini adalah langkah awal untuk lompatan-lompatan yang lebih besar dalam menciptakan layanan pendidikan berkualitas.
“Kita jangan puas dulu. Justru sekarang kita harus lebih giat lagi, setiap satuan pendidikan harus memahami dan menindaklanjuti hasil Rapor Pendidikan secara konkret. Itu jadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Rapor Pendidikan yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek merupakan alat ukur akuntabel dalam menilai ketercapaian SPM pendidikan. Data yang digunakan berbasis hasil Asesmen Nasional dan survei terhadap lingkungan belajar, literasi, numerasi, serta iklim sekolah.
Dengan peningkatan capaian ini, Kalimantan Tengah juga diharapkan dapat menjadi contoh provinsi lain dalam membangun pendidikan berbasis data dan dampak. Pemerintah provinsi pun terus mendorong transformasi digital dan inovasi pembelajaran secara inklusif.
“Kita ingin Kalimantan Tengah menjadi provinsi yang bukan hanya berkembang dari sisi infrastruktur, tapi juga unggul dalam kualitas sumber daya manusianya. Pendidikan adalah kunci ke sana,” tutup Reza.
Penulis : Redha
Editor : Maukana Kawit