Ultimate magazine theme for WordPress.

Belum Dapat Bantuan, AMKTN: Apakah Kami Dibiarkan Mati Kelaparan?

0 254
WAROUENG SOELTAN PANJANG

JAKARTA – Aliansi Mahasiwa Kalimantan Tengah Nasional (AMKTN) menyesalkan hingga saat ini Pemerintah Provinsi Kalteng belum menanggapi surat permohonan dana maupun bantuan sosial untuk mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19.

Penanggung Jawab AMKTN, Zacharyas Mohamad Sukma meminta agar Pemprov peduli terhadap nasib mahasiwa Kalteng yang kuliah di tanah rantau. “Kami meminta pemerintah Kalteng peduli dengan nasib kami. Kami ini kan anak-anak Kalteng, masak dibiarkan terlantar tanpa perhatian dari Pemprov,” kata Zackarim, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (18/7/20).

AMKTN sendiri terdiri dari 7 gabungan organisasi mahasiswa Kalteng, yakni Ikatan Mahasiwa Kalteng Jakarta Raya (IMKAJAYA), Ikatan Keluarga Pemuda Mahasiswa Kalteng Bandung (IKPMB), Himpunan Mahasiswa Pelajar Kalteng Semarang (HMPKTS), Himpunan Mahasiswa Kalteng Solo Raya (HMKTS), Himpunan Mahasiswa Kalteng Surabaya (HMKTS), Himpunan Mahasiswa Pelajar Kalteng Malang (HMPKTM), Himpunan Mahasiswa Kalteng wilayah Kalsel (HMKT Wil Kal-Sel).

Iklan Ramadan BPN

Zackarim menegaskan, surat yang dikirim AMKTN pada tanggal 26 Mei 2020 perihal Permohonan Bantuan Sosial Virus Corona (Covid-19), sampai saat ini tidak ada balasan sama sekali dari Pemprov Kalteng. Padahal, nasib ratusan mahasiwa Kalteng di tanah rantau sangat memprihatinkan, imbas dari pandemi Covid-19.

AMKTN merasa, Pemprov Kalteng sebagai orang tua para mahasiswa mengacuhkan nasib mereka, seolah di anak tirikan. “Selain pemerintah Kalteng siapa lagi yang peduli nasib kami di tanah rantau. Apakah Pemprov mau biarkan kami tidak diurus, mati kelaparan?” tegas Zackarim.

Zackarim yang merupakan mahasiswa fakultas hukum Universitas Pancasila, Jakarta, ini memastikan AMKTN akan terus bersuara bila Pemprov maupun DPRD Kalteng tidak menghiraukan surat permohonan yang sudah dikirim.

“Teman-teman kami di AMKTN sudah ada yang putus kuliah, ada yang makan numpang dari kos ke kos. Apa pemerintah Kalteng tega melihat nasib semua anak-anak rantaunya seperti itu? kami mohon kepeduliannya,” tukas Zackarim.

Sebagai informasi, surat permohonan dana dari AMKTN yang dikirim pada 26 Mei 2020 ditujukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, Sekda Kalteng, Ketua DPRD Provinsi Kalteng, Kapolda Kalteng dan Danrem 102/Pjg Kalteng. Jumlah mahasiswa asal Kalteng dan pelajar di Jakarta mencapai sekitar 300 orang.

Berikut point surat AMKTN:

1. Dalam rangka memberikan perlindungan atas kesehatan dan keselamtan mahasiswa Kalimantan Tengah, maka kami meminta bantuan sosial berupa sembako makanan dalam rangka memastikan mahasiswa memilik jaminan kesehatan dan keselamatan.

2. Memberikan perlindungan atas kesejahteraan mahasiswa Kalimantan Tengah, maka kami meminta bantuan berupa kebutuhan pokok uang tunai berupa uang digital dalam rangka memastikan mahasiswa memiliki jaminan kesejahteraan.
(jimmy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.