Ultimate magazine theme for WordPress.
Satpol PP

Begini Cara Cafe di Manado Terapkan Protokol COVID-19

0 25
WAROUENG SOELTAN PANJANG

MANADO – Geliat perekonomian pasca penetapan Pandemi Virus Corona bisa dikatakan mati suri. Hampir dua bulan, aktivitas perekonomian lesu. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tutupnya usaha-usaha kecil menjadi hal yang terjadi di seluruh wilayah.

Namun, ada beberapa yang mulai mencoba ulang untuk memulai usaha mereka. Didukung sepenuhnya Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, satu cafe atau tempat usaha yang terdiri dari banyak Industri Kecil Menengah (IKM), dibuka dan mulai beroperasi di tengah pandemi COVID-19 ini. Nama cafe ini adalah IKM Kuliner Milenial.

Konsepnya pun benar-benar berbeda, karena sudah mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Seluruh meja pengunjung menggunakan sebuah kaca pemisah, sehingga para pengunjung bisa tetap berbincang tapi tak khawatir terkena droplet maupun kontak fisik secara langsung.

Iklan Tengah Berita KPU

Demikian juga dalam proses orderan, dimana pelanggan hanya menggunakan aplikasi Whatsapp yang sudah terhubung dengan kasir dan juru masak yang ada di dapur. Jadi, pelayan hanya akan datang satu kali disaat mengantarkan makanan yang telah dipesan lewat aplikasi tersebut.

“Begitu juga jika hendak membayar. Bisa gunakan kartu atau tunai. Untuk proses tunainya pun, tidak ada sentuhan langsung, dimana pelanggan membayar dan jika ada kembalian diambil sendiri. Jadi, kalau bayar Rp 15 ribu tapi uangnya Rp 100 ribu, kembaliannya Rp 85 ribu itu diambil sendiri di meja kasir. Diajar juga kejujuran disini,” kata Manager IKM Kuliner Milenial, Natalia Panambunan.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado, Hendrik Warokka menyebutkan, pembukaan Cafe ini sendiri untuk mendukung Industri Kecil di Kota Manado yang terdampak adanya virus corona. Menurutnya, sesuai dengan instruksi Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut, geliat perekonomian terutama para pelaku industri kecil harus kembali digalakkan.

“Sudah ada sembilan IKM yang tergabung di cafe ini. Ada produk-produk ole-ole khas Manado, diantaranya Abon cakalang, roa, kue-kue, kacang-kacangan serta makanan dan minuman,” kata Warokka.

“Pemerintah hanya menyiapkan fasilitas sarana dan prasarana bagi IKM dan UKM yang secara ekonomi mengalami keterpurukan di tengah wabah COVID-19. Kita ingin geliat ekonomi kita juga bisa kembali pulih,” tutur mantan Kadis Pariwisata Kota Manado ini kembali. (Int)

Iklan Tengah Berita KPU

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.