INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dalam dunia yang penuh tantangan, kisah Rangga Lesmana, Plt Diskominfosantik Kalimantan Tengah yang juga Komisaris KiM Property, menjadi bukti bahwa seorang ASN pun bisa bersinar di dunia usaha. Melalui webinar Pepeling ASN Seri #10: ASN Entrepreneur, Rangga membagikan kisah perjalanannya yang sarat motivasi, jatuh-bangun, dan semangat pantang menyerah.
“Terima kasih BPSDM Bandung Barat atas kesempatan ini. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa ASN juga bisa jadi entrepreneur, asalkan niat dan fokus,” ungkapnya, Rabu (30/7).
Menurut Rangga, kunci utama berbisnis sambil mengabdi adalah menyelesaikan masalah, bukan meratapi penyebabnya. Ia menyadari bahwa energi dan waktu ASN sangat terbatas, sehingga ketenangan dan kejelasan tujuan sangat penting.
“Ketika ada masalah di bisnis, itu jangan sampai mengganggu kinerja kita sebagai ASN. Fokus pada solusi, bukan pada keluhan,” tegasnya.
Kepercayaan diri menjadi bahan bakar utama Rangga. Ia menjelaskan bahwa kepercayaan diri itu lahir dari dua hal: dukungan internal—diri dan keluarga, serta eksternal—lingkungan yang positif. Karena itu, ia lebih memilih berteman dengan pelaku usaha daripada hanya bergaul dengan sesama ASN.
“Lingkungan menentukan cara kita berpikir. Kalau hanya di zona nyaman, kita takkan pernah berani melangkah,” ujarnya penuh semangat.

Rangga membuktikan bahwa lingkungan positif bisa menyelamatkan bisnis dari keterpurukan. Ia pernah merugi besar ketika mencoba bisnis solar industri dan pariwisata kapal wisata di Kalimantan Tengah. Namun, berkat masukan dari rekan-rekan sesama pengusaha, ia kembali bangkit. “Kalau kita dikelilingi oleh orang-orang yang selalu mendukung dan memberi solusi, kita tidak akan mudah menyerah,” katanya.
Perjalanan bisnis Rangga dimulai sejak 2016 dengan membuka usaha laundry, bermodal pinjaman bank dengan jaminan SK PNS. Meski sempat gagal di usaha kafe dan pariwisata akibat pandemi COVID-19, ia tak berhenti berinovasi. Tahun 2022 menjadi titik balik, saat ia mulai serius mengembangkan bisnis properti yang kini berkembang pesat hingga menjual lebih dari 400 unit rumah dan 270 kavling tanah.
Rangga meyakini, dalam membangun usaha, perencanaan dan kolaborasi adalah kunci. Ia banyak belajar dari para pelaku usaha, perbankan, dan mengikuti seminar serta podcast tentang bisnis. “Saya percaya, ilmu itu bisa kita dapat dari siapa saja, kapan saja. Bahkan podcast bisa jadi mentor diam-diam kita tiap pagi,” ujarnya sambil tersenyum.
Sebagai ASN, Rangga tidak melanggar aturan. Ia memahami bahwa selama tetap fokus menjalankan tugas utama sebagai abdi negara, berbisnis bukanlah hal yang terlarang. “Saya ingin membuktikan bahwa ASN tidak harus hidup dari gaji saja. Kita bisa punya mimpi lebih besar tanpa mengkhianati tugas,” kata pria yang kini telah membangun properti di 8 lokasi di Kalimantan Tengah.
Kisah Rangga Lesmana menjadi inspirasi bagi para ASN di seluruh Indonesia bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses di lebih dari satu bidang. Dengan semangat, ketekunan, dan lingkungan yang positif, siapa pun bisa menjadi game changer dalam hidupnya. “Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak? Kita semua punya waktu yang sama: 24 jam. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan cerdas,” pungkasnya penuh makna.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian