Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

Anggaran Minim, Satpol-PP Kobar Kelimpungan Berantas Miras

0 59
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kotawaringin Barat hingga saat ini masih kewalahan memberantas miniman keras ilegal yang beredar di masyarakat. Situasi ini diperparah oleh minimnya anggaran dan terbatasnya jumlah penyidik di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Menurut pendapat hukum (legal opinion) Jonson, permasalahan yang dialami oleh di Satpol-PP adalah keterbatasan dana dan kurangnya jumlah penyidik. Berdasarkan sebab dan akibat ini maka peranan penyidik Satpol PP menjadi kurang optimal.

“Hal ini yang manjadi pertanyaan masyarakat tentang bagaimanakah peranan penyidik Satpol PP, dalam memberantas tindak pidana minuman keras tersebut, jelas ini menjadi penghambat,” kata Jonson.

Karena itu kata Jonson, pemerintah daerah perlu segera melakukan penambahan penyidik pegawai negeri sipil. Mengingat penyidik di Satpol PP hanya dua orang yang sekarang menduduki jabatan sebagai kepala bidang.

Selanjutnya, diperlukan dana yang memadai untuk penanganan pada setiap perkara yang di tangani. Dana dibutuhkan untuk biaya BAP, pemanggilan saksi dan tersangka.

“Perlu juga saya lihat regenerasi pejabat penyidik Pegawai Negeri Sipil di Satpol PP Kobar. Di samping itu perlunya mengikuti bimtek-bimtek untuk menambah wawasan pada penyidik yang akan datang,” jelas Jonson.

Peranan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP dalam rangka menegakan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2006 tentang Larangan Minuman Beralkohol di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat sangatlah diperlukan.

Lanjut Jonson, masih banyak minuman keras yang beredar. Terlihat dari hasil tangkapan Satpol PP pada setiap bulannya. Untuk membahas Tindak Pidana tersebut, maka diperlukanlah Peranan Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan KUHAP.

Menurutnya, Kobar adalah pintu gerbang Provinsi Kalteng di bagian Barat. Termasuk salah satu daerah yang memang di siapkan untuk menerima wisatawan baik domestic maupun mancanegara dan juga memiliki jaringan transportasi baik udara, laut, sungai maupun darat yang cukup baik.

Letaknya sangat strategis berdekatan dengan pinggir laut yang langsung berseberangan dengan laut Pulau Jawa. Dengan banyak jenis transportasi yang bisa dilalui dan orang-orang yang masuk ke wilayah Kobar sehingga ada yang memanfaatkannya untuk transaksi jual beli minuman keras.

“Minuman keras yang beredar wilayah Kobar berbagai macam jenis baik buatan lokal maupun bermerek yang pada dasarnya mereka melakukan hanya untuk mencari keuntungan,” katanya.

Untuk meminalisir kejahatan ini maka Pemkab Kobar telah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2006 tentang Larangan Minuman Beralkohol yang mana di dalam Bab III Larangan, Pasal 2 berbunyi “Dilarang memproduksi, menyimpan, memiliki, mengonsumsi memasok, melindungi, mengedarkan dan menjual semua jenis minuman beralkohol,”. (Yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.