Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

7 Orang Masih Terkubur, Evakuasi di Lubang Maut Pangkut Resmi Dihentikan

0 848
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Evakuasi korban longsor tambang emas di Desa Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat resmi dihentikan, Rabu (25/11/2020). Keputusan ini disampaikan oleh Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, saat Jumpa pers.

Dalam jumpa pers, Bupati Kobar Hj Nurhidayah menuturkan bahwa keputusan didasarkan pada rapat tanggal (22/11), malam, yang melibatkan seluruh personel tim pencarian baik dari Basarnas, TNI, Polri, instansi terkait. Sesuai SOP bahwa pencarian selama 7 hari dan tidak membuahkan hasil, maka dan hari ini Rabu resmi dihentikan.

“Pencarian kami hentikan setelah 7 hari digelar sesuai dengan prosedur dan juga mengingat efisiensi dan efektifitas dari proses identifikasi lokasi korban yang masih didalam lubang juga semakin sulit dengan area yang sangat sulit,” terang Bupati.

Faktor lain yang membuat operasi pencarian ini resmi dihentikan yakni adanya potensi korban susulan. Apalagi melihat situasi lubang yang susah dijangkau. Kata Nurhidayah, potensi yang diutamakan adalah potensi keselamatan para tim pencari korban.

“Semua jajaran sudah bekerja dengan maksimal, melakukan pencarian di seluruh sektor yang teridentifikasi, dan pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan,” terang Nurhidayah.

Sementara itu Kepala Basarnas Pusat Hariyadi, mengatakan hingga saat ini korban masih dinyatakan hilang sebanyak 7 orang. Adapun upaya-upaya yang sudah diakukan dari hari ketiga di antaranya sudah berupaya keras sampai menurunkan Tim. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.

“Pada kegiatan tersebut ada faktor-faktor yang paling utama kita pertimbangkan, yakni faktor keselamatan yang paling utama dalam melakukan pencarian dan pertolongan, kita sudah turunkan tim sampai di kedalaman 15-18 meter dan posisi lubang utama semakin dalam semakin mengecil,” kata Haryadi.

Lanjut Haryadi, kita juga membawa peralatan atau alat pernapasan alat bantu termasuk ke dalam ruang sempit dan dibantu oleh peralatan-peralatan pendukung lainnya, namun kondisi lubang yang sangat sempit menjadi kendala-kendala yang sangat berisiko.

Faktor-faktor kendala yang lain yakni sangat dominan sering terjadi di lapangan adalah cuaca yang tidak menentu dalam pelaksanaan pencarian. Faktor-faktor itu juga harus diperhatikan kata Haryadi.

“Dan kita juga menggunakan upaya-upaya lain, karena posisi dari pada korban berada di kedalaman 60 sampai 70 meter. Lalu membentuk lagi horizontal yang kurang lebih kedalaman sepanjang 30 sampai 45 meter dan diameternya pun lebih kecil dan itu pun sudah tertimbun oleh longsoran longsoran atau timbunan material,” terang Haryadi.

Menurut Haryadi, pihaknya sudah berusaha mencari lagi jalur-jalur di sekitar lokasi yang juga banyak terdapat lubang lubang galian yang tidak tertutup. Diindikasikan merupakan sumber-sumber masuknya air atau timbunan material-material yang masuk ke lubang.

“Hingga hari ke-7 hari ini, kita nyatakan bahwa sesuai SOP yang ada di kami, apabila tidak ada tanda-tanda ditemukannya korban dengan segala upaya yang sudah kita lakukan tidak berhasil, maka kami nyatakan operasi selesai dan ditutup dan selanjutnya kami menyerahkan kepada pemerintah daerah,” tandas Haryadi. (Yus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.