Ultimate magazine theme for WordPress.
iklan bupati

7 Orang Masih Terjebak di Tambang Emas di Kedalaman 65 Meter di Pangkut

1 728
WAROUENG SOELTAN PANJANG

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pangkalan Bun – Upaya evakuasi 7 penambang emas di Sungai Seribu, RT 6, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng masih terus dilakukan. Di hari kedua tim SAR mengerahkan puluhan personel, Sabtu (21/11/2020).

Evakuasi dimulai pukul 09.00 WIB hingga sekarang. Tim SAR Kalimantan Tengah dikerahkan untuk mencoba mengevakuasi 7 penambang yang masih terjebak di dalam lubang tambang emas.

Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Basarnas Pusat Agus Haryono mengatakan, jumlah personil yang dikerahkan berjumlah 50 orang terdiri dari TNI Polri, BPBD, petugas SAR dan para penambang.

Lanjut Agus Haryono, bahwa sebelumnya satu petugas SAR masuk lobang, tim melakukan pemetaan lokasi dalam tambang. Diketahui posisi tambang ada yang vertikal dan ada yang horizontal.

“Ini harus kita petakan matang matang supaya disaat petugas SAR yang turun sudah mengetahui kondisi di bawah lobang tambang,” ujarnya.

Untuk diketahui, kedalaman lobang tambang mencapai total 65 meter. Diawalo Vertikal ke bawah 50 meter, kemudian horizontal sepanjang sekitar 30 meter dengan diameter 70 cm-80 cm baru vertikal lagi sekitar 15 meter, kata Agus Haryono.

“Sementara didalam itu masih ada ruang gang gang kecil yang sulit diprediksi. Semoga hari ini proses evakuasi bisa berjalan lancar. Kendala berat yang dihadapi adalah di lobang tambang masih banyak berisi air. Dan bau menyebat busuk juga sudah sampai ke atas. Besar kemungkinan 7 korban ditemukan dalam kondisi hidup,” terang Agus.

Agus menambahkan, alat yang disiapkan satu anggota tim SAR di yang akan masuk lobang di antaranya, alat untuk membantu pernapasan bantuan, siapkan sistem tali dan teknikal untuk menarik penyelamat.

“Alat-alat ini untuk mempermudah evakuasi begitu dia sampai di atas bisa langsung ditarik jika terjadi apa apa,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Jumat 20 November 2020 ada 3 penambang emas dalam kecelakaan kerja (laka) penambang emas berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Ketiga korban berhasil dievakuasi di dalam lobang tambang oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI Polri dan rekan sesama penambang emas pada Jumat 20 November 2020 sekitar pukul 11.30 WIB dan pukul 14.45 WIB.

Tiga korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal yakni:

1. Yuda, umur 24 tahun, Alamat Salopa  kab. Tasik
2. RANA SOLIHAT , umur 21 tahun, Alamat Salopa  kab. Tasik
3. Nurhidayat, umur 26 tahun, Alamat Salopa  kab. Tasik

Sementara 7 orang yang masih dalam pencarian:

1. Tatan, umur 30 tahun. Alamat Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar
2. Muharom umur 22 tahun. Alamat Salopa kab. Tasik
3. Reza, umur 20 tahun. Alamat Salopa kab. Tasik
4. Susan, umur 25 tahun
5. Bayu, umur 25 tahun
6. Dian, umur 26 tahun.
7. Mukadir, umur 47 tahun .(Yus)

1 Komen
  1. Dedi supriadi tsm berkata

    Semoga cepat ketemu ter utama buat almarhum teman saya kadir semoga di terima iman islam nya terahir kita ketemu di pulau buru gunung botak maluku selamat jalan kawan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.